News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Ketua DPR Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna di Komplek Parlemen Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026. (Tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Ketua DPR Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna di Komplek Parlemen Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Agenda rapat tersebut adalah mendengarkan pidato Presiden mengenai Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya.
  • Puan menyatakan belanja negara diprediksi mendekati empat ribu triliun rupiah dan harus berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). 

Dalam pidatonya, Puan memberikan pengantar terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya yang akan disampaikan oleh pemerintah. 

Puan menekankan bahwa APBN bukan sekadar instrumen teknis keuangan, melainkan sebuah keputusan strategis negara. 

"Agenda ke-2 (dua) pada sidang hari ini adalah Pidato Presiden RI dalam Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya," ujar Puan. 

Ia menegaskan filosofi di balik penyusunan anggaran tersebut. 

"APBN adalah pilihan politik; tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat," lanjutnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Puan memaparkan data sejarah pertumbuhan belanja negara yang melonjak tajam dalam dua dekade terakhir. 

Ia merinci bahwa pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp 197 trilliun, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi sebesar Rp 1.126 triliun. Dalam kurun waktu 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat. 

Tren kenaikan ini terus berlanjut hingga tahun berjalan. 

Baca Juga: Pesona Puan Maharani dengan Kebaya Hijau Olive di Sidang Tahunan MPR 2026

"Pada tahun 2026, APBN sebesar Rp 3.842 triliun; naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000," ungkapnya. 

Melihat tren tersebut, Puan memprediksi angka yang jauh lebih besar untuk anggaran tahun depan. 

"APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun," katanya. 

Puan mengakui bahwa angka tersebut merupakan jumlah yang sangat fantastis dan sulit dibayangkan secara visual. 

"Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar," tuturnya. 

Namun, Ketua DPR RI ini mengingatkan bahwa besarnya angka APBN tidak akan berarti apa-apa jika tidak menyentuh persoalan mendasar di masyarakat. Ia menyoroti pentingnya dampak nyata anggaran bagi berbagai lapisan rakyat kecil. 

"Tetapi bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan; seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya; rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan; seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya; atau urusan rakyat lainnya; angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat," tegas Puan.

Load More