- Ketua DPR Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna di Komplek Parlemen Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
- Agenda rapat tersebut adalah mendengarkan pidato Presiden mengenai Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya.
- Puan menyatakan belanja negara diprediksi mendekati empat ribu triliun rupiah dan harus berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Puan memberikan pengantar terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangannya yang akan disampaikan oleh pemerintah.
Puan menekankan bahwa APBN bukan sekadar instrumen teknis keuangan, melainkan sebuah keputusan strategis negara.
"Agenda ke-2 (dua) pada sidang hari ini adalah Pidato Presiden RI dalam Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya," ujar Puan.
Ia menegaskan filosofi di balik penyusunan anggaran tersebut.
"APBN adalah pilihan politik; tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Puan memaparkan data sejarah pertumbuhan belanja negara yang melonjak tajam dalam dua dekade terakhir.
Ia merinci bahwa pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp 197 trilliun, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi sebesar Rp 1.126 triliun. Dalam kurun waktu 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat.
Tren kenaikan ini terus berlanjut hingga tahun berjalan.
Baca Juga: Pesona Puan Maharani dengan Kebaya Hijau Olive di Sidang Tahunan MPR 2026
"Pada tahun 2026, APBN sebesar Rp 3.842 triliun; naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000," ungkapnya.
Melihat tren tersebut, Puan memprediksi angka yang jauh lebih besar untuk anggaran tahun depan.
"APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun," katanya.
Puan mengakui bahwa angka tersebut merupakan jumlah yang sangat fantastis dan sulit dibayangkan secara visual.
"Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar," tuturnya.
Namun, Ketua DPR RI ini mengingatkan bahwa besarnya angka APBN tidak akan berarti apa-apa jika tidak menyentuh persoalan mendasar di masyarakat. Ia menyoroti pentingnya dampak nyata anggaran bagi berbagai lapisan rakyat kecil.
"Tetapi bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan; seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya; rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan; seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya; atau urusan rakyat lainnya; angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat," tegas Puan.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km
-
Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa
-
Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi BRI Insurance Tingkatkan Kemandirian PKBM
-
Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia
-
BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari
-
APBN 2027 Diprediksi Mendekati Rp 4.000 Triliun, Tapi Tak Bermakna Jika Rakyat Belum Merasakannya
-
Bukan Sekadar Kejar Target, Puan: Kualitas Undang-Undang Harus Dirasakan Nyata oleh Rakyat
-
Lebih dari Satu Dekade Menjaga Hutan, Masyarakat Adat Long Isun Menanti Kepastian Hak
-
JAKI Kini Kebal Tipu Muslihat AI, Foto Palsu Manipulasi Laporan Otomatis Tertolak