News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026). (bidik layar video)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto berencana menyediakan ambulans udara berupa helikopter atau pesawat kecil pada Jumat (14/8/2026).
  • Kebijakan tersebut dibuat karena banyak ibu melahirkan meninggal akibat harus menempuh perjalanan jauh selama tujuh hingga sembilan jam.
  • Pemerintah bertujuan mendekatkan layanan kesehatan dan memastikan seluruh masyarakat sakit dapat segera dievakuasi tanpa terkendala infrastruktur.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto berencana membuat ambulans udara dengan helikopter atau pesawat kecil. Keinginan tersebur didasarkan adanya kasus kematian ibu yang ingin melahirkan.

Prabowo dalam pidato penyampaikan Nota Keuangan di DPR, mengatakan bahwa rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Ia berujar negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup.

"Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter, dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," kata Prabowo, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan dirinya mendapat laporan tentang banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan.

"Pada saat sudah waktunya mau pecah, harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik karena jembatan tidak bagus. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal di daerah-daerah yang tidak jauh dari ibu kota," kata Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo menekankan pemerintah harus mencari terobosan inovatif. Salah satu solusinya adalah ambulans udara.

"Bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana," kata Prabowo.

Baca Juga: Tinggal di Pulau Kecil hingga Perbatasan Tak Boleh Bikin Rakyat Jauh dari Negara

Load More