Suara.com - Agenda hilirisasi kembali menjadi salah satu fokus pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI. Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengingatkan bahwa tidak semua proyek hilirisasi otomatis mendukung transisi energi.
Dalam pidatonya pada Jumat (14/8), Prabowo menekankan sejumlah proyek hilirisasi, termasuk pengembangan dimethyl ether (DME) berbasis batu bara sebagai alternatif LPG serta pembangunan smelter mineral.
"Dengan DANANTARA, negara sudah groundbreaking proyek hilirisasi. Proyek-proyek seperti batu bara menjadi DME, menggantikan LPG. Smelter alumina menjadi aluminium dan menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja," kata Prabowo.
Namun, IESR menilai agenda hilirisasi perlu dilihat berdasarkan dampaknya terhadap transisi energi. Menurut lembaga tersebut, terdapat perbedaan antara proyek yang memperkuat peralihan menuju energi bersih dan proyek yang justru berpotensi memperpanjang ketergantungan terhadap energi fosil.
DME batu bara dinilai berisiko
IESR menyoroti rencana produksi DME dari batu bara yang disebut pemerintah sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan proyek tersebut masih menghadapi persoalan keekonomian.
"Proyek DME berbasis batu bara memang diklaim dapat mengurangi impor LPG, tetapi berbagai kajian menunjukkan keekonomiannya masih lemah dan berpotensi membutuhkan subsidi lebih besar dibandingkan LPG impor," kata Fabby dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, penggunaan batu bara sebagai bahan baku DME juga dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara. Perubahan pasokan dan harga batu bara dapat memengaruhi biaya proyek sekaligus meningkatkan potensi beban keuangan negara.
Baca Juga: Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
Karena itu, IESR menilai hilirisasi berbasis batu bara perlu dikaji tidak hanya berdasarkan kemampuan menggantikan produk impor, tetapi juga dari sisi biaya, risiko fiskal, dan dampaknya terhadap target penurunan emisi.
Hilirisasi mineral punya peluang
Berbeda dengan DME batu bara, IESR melihat hilirisasi mineral, terutama nikel, memiliki peluang lebih besar untuk mendukung transisi energi.
Pengembangan industri nikel dapat berkaitan dengan rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. Masuknya investasi pada rantai pasok baterai global dinilai menunjukkan peluang Indonesia untuk meningkatkan posisinya dalam industri tersebut.
Salah satunya melalui investasi anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal senilai Rp3,2 triliun. Proyek tersebut memiliki kapasitas awal 80 ribu ton per tahun dan berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja.
Meski demikian, IESR menilai Indonesia masih memiliki celah pada sektor midstream atau tahap menengah dalam rantai pasok baterai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam
-
IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap
-
Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah, Prabowo Siapkan Ambulans Terbang Bisa Parkir Pinggir Sungai
-
3 Kemenangan Prabowo Jika Masyarakat Gunakan Motor Listrik