- Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyayangkan Presiden Prabowo tidak menyinggung kesejahteraan guru dalam Sidang Tahunan MPR 2026 pada 14 Agustus.
- DPR akan mendorong kenaikan gaji serta tunjangan guru dan dosen melalui pembahasan anggaran bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
- DPR mendukung target pemerintah merevitalisasi sekolah hingga 2029 di Gedung Parlemen Jakarta serta berjanji akan mengawasi pelaksanaannya agar tepat sasaran.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyayangkan Presiden Prabowo Subianto tidak menyinggung secara khusus soal kesejahteraan guru dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 hari ini, Jumat (14/8).
Padahal, menurut Hadrian, persoalan kesejahteraan guru menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pemerintah jika ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan nasional.
"Ada satu tadi yang sebenarnya kami tunggu di Komisi X adalah bagaimana pemerintah mengajukan formula atau skema tentang kesejahteraan guru," kata Lalu usai sidang tahunan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menyikapi hal tersebut, Lalu memastikan kalau DPR akan tetap mendorong kesejahteraan guru dalam pembahasan anggaran pendidikan bersama pemerintah.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru tidak bisa dipisahkan dari upaya memperbaiki mutu pendidikan. Sebab, guru merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
"Karena itu tadi tidak disebut, maka di rapat pembahasan Pagu Definitif tentu kami akan bahas bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan yang didorong DPR bukan hanya berupa kebijakan administratif, tetapi juga menyangkut peningkatan pendapatan guru dan dosen.
Ia secara terbuka mendorong adanya kenaikan gaji dan tunjangan bagi tenaga pendidik.
"Kenaikan gaji dan tunjangan. Kalau hakim naik, TNI-Polri tukinnya naik, maka guru dan dosen juga kami dorong untuk naik gaji dan tunjangannya," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora
Dalam topik pendidikan, Prabowo diketahui membahas soal percepatan revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk sekolah di berbagai pelosok daerah, dapat direvitalisasi secara bertahap hingga 2029.
Prabowo juga menyampaikan bahwa program revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik sekolah, tetapi diarahkan untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh lingkungan pendidikan yang lebih layak.
Mengenai hak tersebut, Lalu mengatakan kalau DPR mendukung rencana tersebut. Namun, parlemen akan mengawasi pelaksanaannya agar program tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
"Tentu kami di Komisi 10 akan mengawasi agar ini juga tidak disalahgunakan, agar tepat sasaran dan prioritas bagi daerah terdepan, tertinggal, terluar yang memang sekolahnya masih sangat membutuhkan," ujarnya.
Bagi Komisi X DPR, Lalu memastikan program tersebut akan tetap mendapat dukungan. Namun, DPR juga ingin agenda perbaikan sarana pendidikan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para guru dan dosen sebagai tenaga pendidik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam
-
IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap
-
Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah, Prabowo Siapkan Ambulans Terbang Bisa Parkir Pinggir Sungai
-
3 Kemenangan Prabowo Jika Masyarakat Gunakan Motor Listrik
-
Ceria Anak Panti Sambut Kedatangan Jajaran Imigrasi Sumut