News / Nasional
Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:05 WIB
Penyidik menunjukkan residu pengolahan emas yang disita dari penggeledahan terkait kasus dugaan penyelundupan emas ilegal di Sunter, Jakarta Utara, Minggu (16/8/2026). ANTARA/HO-Dittipidter Bareskrim Polri
Baca 10 detik
  • Bareskrim Polri menggerebek dua unit apartemen di Sunter pada 16 Agustus 2026 dan mengamankan dua warga India.
  • Petugas menyita 2,5 kilogram emas batangan serta cincin, 18 kilogram residu pengolahan, dan sejumlah uang tunai.
  • Sindikat ilegal itu beroperasi selama dua bulan dengan kapasitas produksi mencapai 30 kilogram emas per hari.

Setelah melalui proses pengolahan, hasil emas tersebut rencananya diselundupkan ke Dubai.

Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengetahui jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyelundupan emas ke negara lain.

Dua WN India Masuk Indonesia sebagai Investor

Dua warga negara India yang diamankan diketahui masuk ke Indonesia menggunakan paspor dengan tujuan investor atau perdagangan.

Terkait status hukum kedua WN India tersebut, kepolisian akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar India di Indonesia untuk menentukan langkah selanjutnya.

Irhamni mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan proses penegakan hukum di Indonesia, termasuk kemungkinan penahanan, maupun opsi lain seperti deportasi sesuai dengan hasil koordinasi dan ketentuan yang berlaku.

“Nanti kebijakannya seperti apa, apakah kami lakukan penegakan hukum dan penahanan di Indonesia ataupun seperti deportasi dan sebagainya, kami koordinasikan dahulu,” katanya.

Di sisi lain, polisi memastikan proses hukum terhadap pihak-pihak asal Indonesia yang diduga terlibat akan terus dilakukan.

“Pelaku-pelaku dari Indonesia tentunya akan kami kejar, kami lakukan penegakan hukum dan melakukan penahanan,” tegas Irhamni.

Baca Juga: Pegadaian Perkuat Ekosistem Emas Nasional lewat Kehadiran Tabungan Emas di myBCA

Bareskrim kini masih memburu jaringan lain yang diduga terlibat dalam rantai pasok dan penyelundupan emas ilegal tersebut, termasuk kemungkinan adanya jalur pengiriman ke negara selain Dubai.

Load More