News / Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. (Tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti tingginya kecelakaan kapal dalam Raker di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
  • Data SAR Januari–Agustus 2026 mencatat 601 kecelakaan kapal dengan 3.607 korban dan ratusan jiwa meninggal serta hilang.
  • Lasarus menyatakan Indonesia darurat angkutan laut dan mendesak Kementerian Perhubungan memperbaiki sistem keselamatan pelayaran segera.

Suara.com - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan sorotan tajam terhadap tingginya angka kecelakaan kapal di perairan Indonesia sepanjang tahun 2026. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, hingga Kepala BNPB di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Lasarus memaparkan data statistik kecelakaan yang dinilai sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan. Ia merujuk pada data operasi SAR yang terjadi hanya dalam kurun waktu delapan bulan terakhir. 

“Kami semua membaca halaman 36 ini, ada 601 operasi SAR, ada korban 3.607 total korban, 3.165 selamat , meninggal 239, hilang 203 orang, terevakuasi 3.404 orang, itu rentang Jauari sampai Agustus 2026, kecelakaan kapal, kapal tok ini,” ujar Lasarus. 

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti persoalan klasik yang terus berulang dalam transportasi laut, yakni ketidaksesuaian data penumpang dengan manifes kapal. 

Menurutnya, jumlah korban hilang kemungkinan besar lebih banyak dari yang tercatat secara resmi.

"Tadi saya bilang ada 203 orang yang hilang, mungkin 203 orang hilang pasti ada yang tidak terdaftar di manifest,” tegasnya.

Melihat fakta di lapangan yang memprihatinkan, Lasarus secara terbuka menyatakan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi darurat angkutan laut

Ia mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk segera mengambil langkah konkret guna membenahi sistem keselamatan pelayaran demi menghentikan jatuhnya korban jiwa.

Baca Juga: Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

“Ini Pak Menhub saya rasa kita mengalami darurat nih Pak, menurut saya darurat angkutan laut ini. Kalau saya lihat dari data halaman 36 ini, ini kami harap Pak Menteri kita sama sama sesuai tupoksi masing-masing bagaimana kita hentikan mesin pembunuh di laut bahasa saya,” pungkas Lasarus.

Load More