News / Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (bidik layar)
Baca 10 detik
  • Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengkritik pelibatan tentara dalam program sipil pada Rabu, (19/8/2026).
  • Gatot menegaskan bahwa keterlibatan militer dalam program pemerintah tersebut murni terjadi karena menjalankan perintah atasan.
  • Ia juga menyoroti minimnya penerapan meritokrasi yang dapat mengancam integritas dan kenetralan internal militer.

Kata Gatot, masih banyak personil militer yang mengalami kenaikan pangkat secara instan hanya karena memiliki koneksi dengan orang yang berpengaruh di internal TNI maupun dalam pemerintahan.

Jika itu terus terjadi, ia khawatir integritas personel militer akan ikut tergerus karena hanya saling berlomba mencari uang dan koneksi.

"Tentara itu tidak boleh seperti itu. Dia (seharusnya) hanya bekerja yang terbaik untuk negeri ini," jelasnya.

Menurut Gatot, meritokrasi di tubuh militer merupakan hal mutlak karena bersinggungan langsung dengan prinsip kenetralan yang dianut aparat pertahanan itu.

"Kalau militer sudah tidak meritokrasi, maka jangan berharap dia bisa netral," pungkas Gatot. (Reporter: Alif Bintang)

Load More