- Krisis pakan hijauan saat kemarau disebabkan oleh keterbatasan air bagi tanaman.
- Guru Besar UGM Widodo menegaskan pemerintah wajib membangun infrastruktur pengairan jangka menengah agar beban biaya tidak ditanggung peternak.
- Peternak disarankan menyiapkan cadangan pakan melalui fermentasi sebagai solusi jangka pendek menghadapi musim kemarau.
Selain pembangunan infrastruktur, Widodo mendorong peternak memperkuat perencanaan pakan. Salah satunya dengan mengawetkan hijauan melalui proses fermentasi atau membuat silase saat ketersediaan rumput masih melimpah.
Namun, langkah tersebut hanya dapat menjadi solusi jangka pendek.
Menurut Widodo, cadangan pakan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila sistem pengairan tetap tidak memadai.
Sementara untuk kondisi darurat, peternak memang dapat membeli pakan.
Masalahnya, harga pakan yang meningkat saat kemarau justru dapat semakin menekan biaya produksi.
"Kalau untuk tataran peternak, yang pragmatis ya beli. Cuma sekali lagi, dalam kondisi kayak gini kemungkinan biaya untuk beli juga sangat terbatas," ucapnya.
Karena itu, penanganan krisis pakan perlu dilakukan dari dua sisi.
Pemerintah harus memastikan tersedianya infrastruktur air dan sistem pendukung produksi, sementara peternak perlu memperkuat perencanaan serta cadangan pakan.
Dengan begitu, persoalan kekurangan pakan tidak terus menjadi siklus tahunan setiap kali musim kemarau datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Purnawirawan TNI Turun Gunung, Tambah Rp100 Juta untuk Sayembara Ijazah SMA Wapres Gibran
-
Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Singgung Timnas Indonesia
-
Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis
-
Sering Bingung Bedakan Cas AC dan DC Fast Charging pada Mobil Listrik? Begini Penjelasan Mudahnya
-
Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral
-
Feng Shui Kamar Tidur di Atas Dapur, Benarkah Bisa Bikin Sial?
-
Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS
-
Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana
-
Pelita Kecil di Kolong Langit
-
Dua Bulan Lagi Bebas! Acil Napi Lapas Warungkiara Malah Kabur Gara-gara Ditegur Main HP