News / Internasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Wisata Thailand [ist]
Baca 10 detik
  • Thailand bakal memungut biaya masuk 450 baht untuk turis asing mulai awal 2027.

  • Dana retribusi digunakan untuk pengembangan fasilitas wisata dan asuransi kesehatan otomatis bagi wisatawan.

  • Penerapan dilakukan bertahap mulai dari jalur udara guna mengantisipasi kepadatan di perbatasan darat.

Suara.com - Thailand akan memungut biaya masuk negara sebesar 450 baht atau sekitar 13,60 dolar AS atau sekitar Rp 241 ribu kepada setiap wisatawan mancanegara mulai awal 2027. Kebijakan ini disahkan secara prinsip oleh Komite Kebijakan Pariwisata Nasional demi mendanai pengembangan infrastruktur dan perlindungan asuransi pengunjung.

Proses uji publik digelar selama 30 hari untuk menjaring masukan masyarakat sebelum draf akhir diserahkan ke kabinet. Penarikan retribusi ini sekaligus menyatukan wacana tarif terpisah antara jalur udara dan darat yang sempat digagas sebelumnya.

Dikutip dari Vnexpress, Natthriya Thaweevong, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, menjelaskan bahwa angka anyar tersebut dihitung menggunakan model alokasi biaya ekonomi untuk membagi dana antara pengembangan pariwisata dan asuransi pengunjung.

Skema pengumpulan dana dilakukan secara bertahap yang diawali dari kedatangan jalur udara pada seperempat pertama 2027. Pengunjung yang masuk lewat pintu darat dan laut baru akan dikenakan biaya 360 hari setelah tahap pertama berjalan.

Jeda waktu tersebut sengaja disiapkan pemerintah guna mengurai potensi kemacetan di perbatasan darat, terutama wilayah perbatasan Malaysia. Pengungsian antrean menjadi fokus utama sebelum sistem diterapkan secara menyeluruh.

Pembayaran biaya masuk direncanakan melalui berbagai opsi fleksibel seperti penyatuan harga tiket pesawat hingga sistem aplikasi digital. Pemerintah juga menyiapkan pemindaian mandiri di bandara serta integrasi kartu kedatangan digital Thailand.

Bagi pelintas batas frekuensi tinggi, opsi multiple-entry dengan perlindungan asuransi satu bulan sedang disimulasikan. Skema ini memungkinkan turis cukup membayar 450 baht sekali untuk beberapa kali kunjungan dalam periode 30 hari.

Pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Olahraga mengatakan bahwa manfaat dari biaya ini hadir dalam bentuk asuransi kesehatan dan keselamatan terpadu. Dana retribusi otomatis menanggung pertanggungan dasar darurat medis serta kecelakaan selama wisatawan berada di Thailand.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul mengatakan memiliki cadangan dana khusus untuk asuransi pengunjung meningkatkan profil keselamatan negara secara keseluruhan dan memberi ketenangan pikiran yang lebih besar bagi wisatawan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gigit Jari, Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 Usai Tekuk Singapura

Langkah penyatuan tarif dan jaminan keselamatan ini diambil di tengah tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Negeri Gajah Putih. Ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik global menjadi pemicu utama berkurangnya arus pelancong internasional.

Data kementerian mencatat 19 juta lebih turis asing membukukan pendapatan 927 miliar baht hingga pertengahan Agustus. Namun, pengamat memperkirakan total kunjungan tahunan hanya menyentuh 31 juta orang, alias turun 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Laporan Kasikorn Research Center menunjukkan wisatawan Malaysia kini lebih memilih liburan ke Jepang dan Indonesia. Sementara itu, turis asal China mulai mengalihkan tujuan utama mereka ke Korea Selatan serta Vietnam.

Guna merespons pergeseran pasar tersebut, Thailand merombak strategi pariwisatanya lewat rencana nasional lima tahunan yang bergulir tahun depan. Penerapan biaya masuk 450 baht menjadi pilar utama untuk mendanai pembenahan fasilitas publik dan standar keselamatan tamu asing.

Sektor pariwisata Thailand selama ini menjadi penopang utama ekonomi nasional yang sangat bergantung pada arus kedatangan mancanegara. Kepastian perlindungan medis serta modernisasi destinasi diharapkan mampu mengembalikan daya tarik Thailand di tingkat regional.

Load More