- Tim medis UGM beranggotakan enam personel diberangkatkan ke Bajawa, NTT, untuk menangani korban gempa pada 19 hingga 30 Agustus 2026.
- Tugas utama tim adalah melakukan asesmen lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan riil dan mengantisipasi kasus trauma akibat kerusakan rumah sakit.
- Hasil asesmen harian akan menjadi dasar koordinasi untuk menentukan pengiriman bantuan lanjutan atau tenaga medis tambahan dari Yogyakarta.
Suara.com - Tim medis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan korban gempa.
Tim medis UGM yang terdiri dari enam personel itu akan bertugas sejak 19 hingga 30 Agustus 2026 dan ditempatkan di wilayah Bajawa.
Dekan FK-KMK UGM, Yodi Mahendradhata, mengatakan tim tersebut dikirim untuk melakukan asesmen langsung di lapangan.
Informasi dari lokasi bencana diperlukan untuk mengetahui kebutuhan riil sekaligus memastikan bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih dengan penanganan dari pihak lain.
"Ya ini timnya melakukan asesmen di lapangan dari situ kita akan bisa mengidentifikasi kebutuhan riilnya apa, karena ini kan butuh informasi dari lapangan ya," kata Yodi kepada wartawan di FKKMK UGM, Rabu (19/8/2026).
Disampaikan Yodi, proses asesmen akan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
Hasil koordinasi dan informasi lapangan tersebut nantinya menjadi dasar bagi UGM untuk menentukan dukungan lanjutan.
Tim asesmen tidak harus menunggu sampai kembali ke Yogyakarta untuk menyampaikan hasil pemetaan.
Selama berada di NTT, mereka akan berkoordinasi setiap hari dengan tim di Yogyakarta sehingga kebutuhan tambahan dapat segera diputuskan.
Baca Juga: Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak
"Selama mereka di sana, nanti mereka juga akan tiap hari koordinasi dengan kita. Apakah kita perlu mengirimkan tim sebelum mereka kembali atau nantinya setelah mereka kembali, nanti kita tunggu informasi kebutuhan dari mereka untuk itu," ungkapnya.
Yodi bilang fokus penempatan awal berada di Bajawa, tepatnya di RSUD Bajawa. Lokasi tersebut dipilih karena berdasarkan informasi yang diterima terdapat kebutuhan penanganan yang belum sepenuhnya ditopang oleh tim lain.
Enam personel yang diberangkatkan, tim terdiri mulai dari dokter, perawat hingga ahli kesehatan masyarakat.
Salah satu dokter umum RSA UGM yang diberangkatkan, Rizki Fitria Febrianti, mengatakan tim awal akan melakukan rapid health assessment untuk memetakan kebutuhan di Kabupaten Ngada.
Penilaian tersebut mencakup kebutuhan logistik, tenaga medis, hingga kondisi fasilitas kesehatan terdampak.
Berdasarkan informasi awal, Rizki menyebut kondisi pascagempa membuat kasus trauma dan luka menjadi salah satu kebutuhan kesehatan yang perlu diantisipasi. Terlebih dengan rumah sakit yang terdampak.
Berita Terkait
-
Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak
-
BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya
-
Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik
-
Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Ini 5 Pemain Brasil yang Putuskan Mualaf
-
Ulasan Drama Brewing Love: Perpaduan Manis Dunia Bir dan Romansa Slow-Burn
-
Cuma Rp2 Jutaan! 8 HP 5G + NFC yang Wajib Kamu Lirik, Speknya Gahar Semua
-
Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?
-
Jangan Lewatkan Nonton Cherrypop 2026 di Prambanan, Makin Seru Pakai Promo Buy 1 Get 1 dari BRImo
-
Dibuang ke Tempat Sampah, Naskah Autentik Proklamasi Bung Karno Baru Kembali Setelah 46 Tahun
-
Tim Dokter UGM Berangkat ke NTT, Fokus Petakan Kebutuhan Medis Korban Gempa
-
Gandeng Erwin Gutawa, Tiket Konser King Nassar Dijual Mulai Rp350 Ribu
-
Rizky Ridho Tak Masuk Skuad Timnas di ASEAN Cup 2026, Ini Bocoran Pemainnya
-
5 Tips Feng Shui Rice Cooker yang Dipercaya Bikin Rezeki di Rumah Makin Lancar