- Denny Indrayana menyatakan total hadiah sayembara ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai Rp1.153.050.000 pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Laksma TNI Purnawirawan Moeryono Aladin mewakili Forum Purnawirawan Prajurit TNI menyumbang dana sebesar Rp100 juta untuk sayembara tersebut.
- Forum Purnawirawan Prajurit TNI ikut menyumbang karena tiga surat mereka ke DPR tidak pernah mendapat tanggapan.
Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana mengungkap total hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini mencapai Rp1.153.050.000.
Angka yang fantastis itu terus merangkak naik seiring dengan besarnya atensi publik terhadap keabsahan dokumen pendidikan Gibran, orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Lonjakan nilai hadiah ini terjadi setelah adanya dukungan finansial baru yang datang dari kalangan militer.
Jumlah tersebut bertambah setelah Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin, yang mewakili Forum Purnawirawan Prajurit TNI, memberikan komitmen sumbangan sebesar Rp100 juta.
Keterlibatan purnawirawan jenderal bintang satu ini memberikan dimensi baru dalam isu ijazah Gibran, menunjukkan bahwa keresahan terhadap transparansi latar belakang pendidikan sang Wapres juga merambah ke kalangan senior korps baju loreng.
“Alhamdulillah ada tambahan sumbangan Rp100 juta dari Bapak Laksma TNI (Purn.) Moeryono Aladin, mewakili Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Sehingga hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA/sederajat Gibran menjadi Rp1.153.050.000,” kata Denny Indrayana, dikutip Kamis (20/8/2026).
Denny juga membuka peluang bagi pihak lain yang ingin turut menyumbang hadiah sayembara tersebut.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengawal integritas kepemimpinan nasional.
Ia mengatakan, calon penyumbang tidak perlu langsung mentransfer dana dan cukup menyampaikan komitmen secara personal kepadanya.
Baca Juga: Roy Suryo Pulang dari Australia, Bawa 'Bom' Ijazah Gibran: 99 Persen Yakin Gak Punya!
“Bagi yang ingin ikut menyumbang, silakan japri saya. Nama bisa kami rahasiakan, dana tidak perlu ditransfer, cukup komitmen. Kecuali ijazah SMA/sederajat Gibran memang ditunjukkan. Salam Integritas,” tandasnya.
Menurut Denny, hukum tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang sulit dan rumit.
Ia menilai hukum dapat menjadi mudah ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk mengawalnya secara langsung, terutama ketika institusi formal dianggap tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas keraguan publik.
“Ketika prosedur hukum menjadi benteng berlindung bagi para perusak etika dan konstitusi bernegara, maka cara membongkarnya adalah dengan membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA/sederajat Gibran sebagai salah satu cara yang mudah dan populer untuk mendorong hukum memiliki roh keadilan publik.
Denny berargumen bahwa keterbukaan informasi mengenai ijazah seorang pejabat publik adalah hal yang fundamental dalam sistem demokrasi yang sehat.
Berita Terkait
-
Tinjau Tenda Darurat di Sikka, Gibran Ditodong Bupati Beri Nama Bayi Korban Gempa yang Baru Lahir
-
Gibran Gendong Bayi Korban Gempa NTT, Soroti Sinar Matahari Tembus Atap RSUD
-
Tiba di Maumere, Gibran Bawa 6 Mahasiswa Sembuhkan Trauma Warga Pasca-Gempa
-
Gibran Tidak Lagi Otomatis Jadi Pilihan? Prabowo Disebut Mulai Berhitung untuk 2029
-
Bukan Sekadar Simbol Politik! Gerindra Ungkap Makna Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Tarif Parkir Tegar Beriman Cibinong Bakal Dievaluasi, Kadishub Bogor: Menyesuaikan Kebutuhan Warga
-
Waspada Gempa Susulan! Warga Ngada Diimbau Tak Masuk ke Dalam Rumah
-
Dana JETP Rp333 Triliun Mandek, Airlangga Desak Proyek Energi Hijau Dikebut
-
Purnawirawan TNI Turun Gunung, Tambah Rp100 Juta untuk Sayembara Ijazah SMA Wapres Gibran
-
Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Singgung Timnas Indonesia
-
Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis
-
Sering Bingung Bedakan Cas AC dan DC Fast Charging pada Mobil Listrik? Begini Penjelasan Mudahnya
-
Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral
-
Feng Shui Kamar Tidur di Atas Dapur, Benarkah Bisa Bikin Sial?