News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Bisnis Haira Nasi Instan Timur Tengah mencatat kenaikan omzet sekitar 70% setelah membuka kanal penjualan offline melalui rumah makan. (Dok. Dana)

 “Dari SisBerdaya, saya memahami bahwa menjalankan bisnis itu bukan hanya soal menjual produk. Ada banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari legalitas, perencanaan bisnis, hingga arah pengembangan usaha,” jelasnya.

Setelah mengandalkan penjualan online, Rizka mulai membawa Haira ke berbagai bazar, Di sinilah ia menemukan peluang baru. Di bazar, Rizka dapat melihat langsung respons pelanggan terhadap produknya. Respons ini lah yang meyakinkan Rizka untuk membawa bisnisnya selangkah lebih jauh.

Buka Rumah Makan, Omzet Naik 70%

Pada Februari 2026, Rizka membuka rumah makan Haira di Pamulang, Tangerang Selatan. Selain produk nasi instan, Haira kini menawarkan berbagai makanan Timur Tengah siap santap dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp170.000 per porsi.

Keputusan masuk ke kanal offline dengan membuka rumah makan memberikan dampak signifikan. Sejak dibuka, kanal offline menyumbang sekitar 50% dari total penjualan, dengan rata-rata 15-20 porsi terjual setiap hari. Omzet bisnis pun meningkat sekitar 70%.

Pertumbuhan tersebut sekaligus mengubah kebutuhan operasional Haira.

Saat masih mengandalkan pesanan online, pembayaran banyak dilakukan melalui transfer manual. Ketika aktif mengikuti bazar, Rizka mulai menggunakan QRIS melalui DANA Bisnis.

Kini, hampir seluruh transaksi Haira dilakukan secara non-tunai. Di rumah makan, pembayaran cashless mencapai sekitar 80–90% dari total transaksi.

Bagi Rizka, sistem tersebut membantu terutama ketika kondisi sedang ramai, khususnya saat bazar. Ia cukup menampilkan QR code DANA di meja tanpa perlu membawa perangkat tambahan, sementara notifikasi pembayaran masuk secara real-time.

Baca Juga: Dana JETP Rp333 Triliun Mandek, Airlangga Desak Proyek Energi Hijau Dikebut

“Saat kondisi ramai, saya tidak perlu berhenti untuk mengecek pembayaran secara manual. Begitu notifikasi masuk, saya bisa langsung melayani pelanggan berikutnya,” katanya.

Setelah Restoran, Haira Membidik Ritel dan Ekspor

Membuka rumah makan bukan tujuan akhir Haira.

Dalam satu tahun ke depan, Rizka menargetkan produknya dapat masuk ke jaringan ritel serta menambah sekitar 10-15 toko konsinyasi baru. Ia juga berencana membuka cabang rumah makan baru.

Dalam jangka panjang, targetnya lebih besar: membawa Haira ke pasar internasional.

“Saya ingin Haira dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional. Selain memperluas jaringan konsinyasi, saya juga ingin membuka cabang offline baru,” tutupnya.

Dari produk yang diracik di dapur rumah hingga memiliki rumah makan sendiri, perjalanan Haira menunjukkan bahwa naik kelas bagi UMKM tidak selalu dimulai dengan ekspansi besar. Terkadang, pertumbuhan dimulai dari keberanian menguji pasar, membenahi fondasi bisnis, lalu mengambil langkah berikutnya ketika peluang mulai terlihat.***

Load More