“Dari SisBerdaya, saya memahami bahwa menjalankan bisnis itu bukan hanya soal menjual produk. Ada banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari legalitas, perencanaan bisnis, hingga arah pengembangan usaha,” jelasnya.
Setelah mengandalkan penjualan online, Rizka mulai membawa Haira ke berbagai bazar, Di sinilah ia menemukan peluang baru. Di bazar, Rizka dapat melihat langsung respons pelanggan terhadap produknya. Respons ini lah yang meyakinkan Rizka untuk membawa bisnisnya selangkah lebih jauh.
Buka Rumah Makan, Omzet Naik 70%
Pada Februari 2026, Rizka membuka rumah makan Haira di Pamulang, Tangerang Selatan. Selain produk nasi instan, Haira kini menawarkan berbagai makanan Timur Tengah siap santap dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp170.000 per porsi.
Keputusan masuk ke kanal offline dengan membuka rumah makan memberikan dampak signifikan. Sejak dibuka, kanal offline menyumbang sekitar 50% dari total penjualan, dengan rata-rata 15-20 porsi terjual setiap hari. Omzet bisnis pun meningkat sekitar 70%.
Pertumbuhan tersebut sekaligus mengubah kebutuhan operasional Haira.
Saat masih mengandalkan pesanan online, pembayaran banyak dilakukan melalui transfer manual. Ketika aktif mengikuti bazar, Rizka mulai menggunakan QRIS melalui DANA Bisnis.
Kini, hampir seluruh transaksi Haira dilakukan secara non-tunai. Di rumah makan, pembayaran cashless mencapai sekitar 80–90% dari total transaksi.
Bagi Rizka, sistem tersebut membantu terutama ketika kondisi sedang ramai, khususnya saat bazar. Ia cukup menampilkan QR code DANA di meja tanpa perlu membawa perangkat tambahan, sementara notifikasi pembayaran masuk secara real-time.
Baca Juga: Dana JETP Rp333 Triliun Mandek, Airlangga Desak Proyek Energi Hijau Dikebut
“Saat kondisi ramai, saya tidak perlu berhenti untuk mengecek pembayaran secara manual. Begitu notifikasi masuk, saya bisa langsung melayani pelanggan berikutnya,” katanya.
Setelah Restoran, Haira Membidik Ritel dan Ekspor
Membuka rumah makan bukan tujuan akhir Haira.
Dalam satu tahun ke depan, Rizka menargetkan produknya dapat masuk ke jaringan ritel serta menambah sekitar 10-15 toko konsinyasi baru. Ia juga berencana membuka cabang rumah makan baru.
Dalam jangka panjang, targetnya lebih besar: membawa Haira ke pasar internasional.
“Saya ingin Haira dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional. Selain memperluas jaringan konsinyasi, saya juga ingin membuka cabang offline baru,” tutupnya.
Dari produk yang diracik di dapur rumah hingga memiliki rumah makan sendiri, perjalanan Haira menunjukkan bahwa naik kelas bagi UMKM tidak selalu dimulai dengan ekspansi besar. Terkadang, pertumbuhan dimulai dari keberanian menguji pasar, membenahi fondasi bisnis, lalu mengambil langkah berikutnya ketika peluang mulai terlihat.***
Berita Terkait
-
Dana JETP Rp333 Triliun Mandek, Airlangga Desak Proyek Energi Hijau Dikebut
-
Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti