News / Metropolitan
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:05 WIB
UMKM Expo Sarinah (Ist)
Baca 10 detik
  • InJourney dan Sarinah meluncurkan program pembinaan InJourney UMKM by Sarinah PANDU untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
  • Sebanyak 81 UMKM mengikuti rangkaian kurasi, pelatihan, dan pameran yang diselenggarakan dari Juli hingga Agustus 2026 di Jakarta.
  • Sembilan UMKM terbaik terpilih untuk memperluas akses pasar nasional melalui ajang Festiloka by BRImo pada Agustus 2026.

Lokasi strategis Sarinah sebagai pusat perbelanjaan berbasis budaya memberikan pengalaman berharga bagi para pelaku usaha dalam berinteraksi dengan konsumen urban dan wisatawan di kota besar.

Setelah melalui proses seleksi dan performa selama expo, sebanyak 9 UMKM terbaik terpilih untuk melaju ke ajang yang lebih besar, yakni Festiloka by BRImo pada 16–17 Agustus 2026.

Keikutsertaan dalam festival ini menjadi peluang emas bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas dan memperkuat posisi merek mereka di pasar nasional.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk menduplikasi kesuksesan Sarinah PANDU ke dalam skala yang lebih masif di bawah payung InJourney.

"Melalui Sarinah PANDU, kami telah membangun pengalaman dalam pembinaan UMKM, termasuk melalui pengembangan silabus, modul, dan trainer. Kami bangga pengalaman tersebut kini dapat dikembangkan bersama InJourney dalam skala yang lebih luas, sehingga pembinaan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi juga membuka akses dan peluang pasar bagi UMKM," ujar Raisha.

Sarinah kini juga tengah mengembangkan silabus, modul, dan sistem kepelatihan yang terintegrasi dalam InJourney Retail Academy.

Tujuannya adalah menciptakan platform pembinaan UMKM yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga proses "naik kelas" bagi pelaku usaha lokal dapat dilakukan secara masif di berbagai daerah.

Dengan memanfaatkan aset strategis InJourney yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gerai retail di pusat kota, area komersial di bandara internasional, hingga destinasi wisata super prioritas, program ini diharapkan mampu mengintegrasikan produk UMKM ke dalam rantai pasok pariwisata.

Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha usia produktif 18-45 tahun yang tengah merintis bisnis kreatif agar produk mereka tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu memenuhi standar kualitas global.

Baca Juga: BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

Load More