- Restoran Kembang Goeyang resmi dibuka oleh Lily Admodirdjo di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Kembang Goeyang Sarinah menyajikan berbagai hidangan klasik lokal seperti nasi ungu dan jajanan pasar untuk sarapan hingga makan malam.
- Pembukaan restoran ini bertujuan melestarikan kuliner Nusantara kepada generasi penerus dan mengenalkannya ke kancah dunia internasional.
Suara.com - Kuliner khas Nusantara kembali dirayakan dengan pembukaan restoran Kembang Goeyang di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026).
Adalah Lily Admodirdjo, nama beken di balik restoran-restoran terkemuka seperti Meradelima, Kembang Goela, Palalada, Bunga Rampai, Seia, Waroeng Kita dan Kios Lima, yang menjadi tangan terampil di balik lahirnya Kembang Goeyang Sarinah.
Lily, dalam grand opening Kembang Goeyang Sarinah, mengatakan restoran terbarunya itu menonjolkan panganan lokal mulai dari jajanan pasar hingga lauk pauk khas Indonesia.
Ia mengatakan Kembang Goeyang adalah ikhtiarnya untuk mewariskan kuliner khas Indonesia ke anak cucu dan mengenalkannya ke dunia.
"Jadi semoga makanan Indonesia ini tetap di hati dan akan berkembang ke seluruh dunia," kata Lily.
Di Kembang Goeyang Sarinah pengunjung bisa menikmati ragam hidangan klasik Indonesia dan tersedia sepanjang hari untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Menu andalan yang dihighlight di restoran ini salah satunya adalah jajanan pasarnya dan nasi ungu, nasi yang dibuat menggunakan bunga telang dan didampingi oleh lauk-lauk khas Indonesia.
Mereka juga menyediakan berbagai jenis santapan mulai dari mie hingga nasi, serta cemilan berupa roti-rotian dan gorengan, serta minuman seperti kopi, teh, jus, dan wedang.
Bisnis kuliner ini didirikan oleh Lily Admodirdjo, sosok yang tidak asing bukan hanya di dunia kuliner, tetapi juga di dunia fashion. Lily telah menjalankan beragam usaha kuliner lebih selama tiga dekade. Latar belakang restoran ini dibuka yaitu sebagai regenerasi beliau untuk dikembangkan oleh anak-anak dan cucu-cucunya.
Baca Juga: Resep Jajanan Kue Lapis Pepe Cokelat ala Chef Devina Hermawan, si Kecil Pasti Suka
Anaknya, Faizal dan Carmelita Admodirdjo, meneruskan dan menjalankan operasional semua chain dari restoran milik keluarga Admodirdjo.
Kembang Goeyang menjadi representasi sajian yang lebih kasual dan personal dibandingkan restoran yang telah mereka dirikan sebelumnya.
“Sarinah kan juga lebih menonjolkan produk-produk lokal. Jadi kita juga ingin mensupport untuk makanan yang di sini pun beraneka ragam, beberapa lebih gaya peranakan, karena Bu Lily pun juga lahir dari warga peranakan, dari Chinese-Belanda," kata Faizal.
Carmelita juga menceritakan inspirasi untuk restoran ini saat mereka diundang ke World Economic Forum di Davos untuk merepresentasikan masakan Indonesia dan diterima positif di lidah orang asing.
“Sebenarnya jajanan pasar enggak kalah enaknya dan enggak kalah representable. Jadinya, saya sama mertua dan
adik saya create sesuatu yang kita bisa pass down from this generation to the next generation supaya makanan Indonesia enggak hilang," tutup Carmelita.
Esther Nadya
Berita Terkait
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mampir ke Pasar Kranggan Yogyakarta, Erina Gudono Spill Jajanan Pasar Favoritnya
-
6 Kuliner Hidden Gems di Pasar Prawirotaman Jogja, Surganya Jajanan Tradisional
-
Resep Timus Paling Simpel, Goreng atau Kukus Sama-Sama Maknyus
-
5 Fakta Menarik Pasar Kue Senen, Surganya Camilan Murah dan Enak
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran