- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tiba di Gedung DPR RI Jakarta untuk mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- Aksi tersebut merespons pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka ruang bagi masukan masyarakat terkait RUU tersebut.
- Warga Pati berencana bertahan di Jakarta hingga puncak unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Suara.com - Sejumlah warga Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tiba di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Mereka datang untuk mengawal pembahasan sekaligus mendorong segera disahkannya RUU Perampasan Aset. Warga Pati bahkan berencana bertahan di Jakarta hingga puncak aksi pada 27 Agustus 2026.
Aktivis AMPB, Supriyono alias Botok, menyebut kedatangan mereka ke DPR merupakan bentuk respons atas pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait RUU Perampasan Aset.
Botok menyebut mereka datang untuk memenuhi "undangan" Puan tersebut.
"Jadi kita datang ke DPR menemui Ibu Puan Maharani memenuhi undangan, yang mana kemarin Ibu Puan Maharani menyampaikan pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor itu menunggu masukan dari masyarakat," ujar Botok saat ditemui Suara.com di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Botok, gerakan tersebut berawal dari aksi masyarakat di Pati yang kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat dari daerah lain untuk mengawal pengesahan RUU Perampasan Aset.
"Siang hari ini teman-teman dari Pati datang di DPR RI di Jakarta ya, pasca aksi demo warga Pati di DPRD Kabupaten Pati, menuntut untuk segera disahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukum Mati Koruptor. Setelah kita membuat aksi demo, kita ada flyer ya, aksi demo 27 Agustus yang diinisiasi teman-teman dari Bogor dan dari Jakarta, akhirnya kita bergabung," jelasnya.
Korupsi 'Penjajah Bangsa'
Botok mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan masyarakat terhadap praktik korupsi yang dinilai semakin mengancam masa depan bangsa.
Baca Juga: Golkar Rombak Susunan AKD DPR, Bamsoet Kini Jadi Anggota Biasa Komisi II
Ia menilai pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Semua ini kami lakukan karena kondisi bangsa ini yang saat ini sedang tidak baik-baik saja ya, karena korupsi ini adalah penjajah bangsa Indonesia. Korupsi ini merusak masa depan bangsa ini," tegas Botok.
Botok memastikan warga Pati akan tetap berada di sekitar Gedung DPR RI hingga aksi besar yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Mereka membawa tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan
-
El Nino Mengganas: BPBD Bandar Lampung Siaga 24 Jam Gempur Krisis Air di 5 Kecamatan
-
Warga Pati Mulai Duduki Depan DPR, Siap Menginap hingga Aksi 27 Agustus
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik yang Aman Parkir Paralel Tanpa Khawatir Aki Soak
-
Tagih RUU Perampasan Aset, Warga Pati ke DPR: Kami Datang Penuhi Undangan Puan!
-
BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli "Romanza" di Indonesia
-
Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit
-
Melihat Batas Tipis Kebenaran dan Naluri dalam Film Ayah, Aku Mau Cerita!
-
Perbandingan Wuling Binguo EV vs Chery Omoda E5 vs BYD Dolphin: Harga Mirip, Mending Mana?
-
Ulasan Novel Heaven: Potret Kelam Perundungan dan Pencarian Makna Hidup