News / Nasional
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:42 WIB
Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah meliburkan sekolah di Kalimantan pada Jumat (21/8/2026) akibat karhutla.
  • Peliburan sekolah sementara berbasis data kualitas udara dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa melalui metode belajar dalam jaringan.
  • Pemerintah mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca dan pemadaman darat di Kalimantan untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah mempertimbangkan agar proses belajar dan mengajar di sekolah diliburkan sementara imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Legislator urusan pendidikan itu mengatakan, karhutla menimbulkan kabut asap dan menurunkan kualitas udara. Sedangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas.

"Pemerintah perlu mempertimbangkan libur sekolah secara sementara di wilayah yang terdampak, khususnya apabila kualitas udara sudah berada pada tingkat yang tidak sehat bagi anak-anak," kata Lalu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, peliburan sekolah dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan sementara dengan pembelajaran tetap dilaksanakan melalui metode dalam jaringan (online) ataupun penugasan dari rumah.

Keputusan untuk meliburkan sekolah perlu didasarkan pada data kualitas udara, tingkat paparan asap serta rekomendasi instansi kesehatan dan kebencanaan setempat. Hal itu, kata Lalu, agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

"Intinya, ketika kualitas udara sudah mengancam kesehatan, melindungi anak-anak bukan berarti mengabaikan pendidikan, melainkan justru memastikan mereka tetap sehat adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga keberlangsungan pendidikan," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Sementara itu, pemerintah terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengatasi karhutla di wilayah Kalimantan.

OMC merupakan bagian dari strategi terpadu pengendalian karhutla untuk membantu meningkatkan peluang hujan dan membasahi wilayah rawan.

"Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Kian Parah, DPR Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Di Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak.

Dalam periode tersebut dilakukan sembilan sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.

Berdasarkan prakiraan cuaca terkini, peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23-27 Agustus 2026.

BMKG tengah berkoordinasi untuk mengupayakan pelaksanaan kembali OMC di Kalimantan Barat pada periode tersebut.

Berikutnya di Kalimantan Tengah, OMC telah dilaksanakan dalam dua periode, yakni 27 Juli-4 Agustus dan 11-15 Agustus 2026.

Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.

Load More