News / Nasional
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Ilustrais tawuran di sekitar Manggarai. (Foto: bidik layar video Instagram/merekam jakarta)
Baca 10 detik
  • Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta tertahan akibat tawuran warga di Stasiun Manggarai pada Jumat sore.
  • KAI Commuter menghentikan sementara operasional kereta dari dua arah demi menjaga keselamatan pengguna di lokasi.
  • Sebanyak empat belas perjalanan kereta dari kedua arah terdampak langsung dan tertahan akibat insiden tersebut.

Suara.com - Perjalanan Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota maupun sebaliknya tertahan pada Jumat (21/8/2026) sore.

Gangguan operasional ini terjadi akibat tawuran antarwarga yang pecah di sekitar Jalur Pintu Lintasan (JPL) 14, Stasiun Manggarai.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan bahwa perjalanan kereta dari dua arah dihentikan sementara demi keselamatan.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna dan juga keamanan perjalanan Commuter Line,” jelas Leza dalam keterangan yang diterima Suara.com hari ini.

Petugas Pengamanan KAI Commuter di stasiun langsung berkoordinasi dengan pihak terkait begitu insiden terjadi.

Para petugas kini berada di dekat lokasi tawuran untuk mengantisipasi keamanan jalur rel.

Rangkaian KRL Commuter Line melintas di kawasan Tanah Abang [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Akibat kejadian ini, sebanyak 8 perjalanan Commuter Line Bogor tujuan Jakarta Kota tertahan dan belum bisa melintas di lokasi tawuran.

Selain itu, 6 perjalanan Commuter Line tujuan Bogor turut mengalami nasib serupa dan masih tertahan.

Baca Juga: Dua Insiden Tertemper Beruntun, Perjalanan Commuter Line Bogor dan Tangerang Molor

Dengan demikian, total 14 perjalanan Commuter Line terdampak langsung oleh gangguan keamanan tersebut.

KAI Commuter pun mengimbau seluruh pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan mematuhi arahan petugas di stasiun selama gangguan berlangsung.

“Selalu ikuti arahan petugas di stasiun dan tidak memaksakan naik jika kondisi kereta sudah terlalu padat serta memantau informasi operasional secara berkala melalui media sosial atau aplikasi resmi Commuter Line,” kata Leza.

Load More