- Gibran siapkan grace period kredit bagi warga terdampak gempa NTT.
- Relaksasi menyasar kredit usaha yang sulit dibayar pascagempa.
- BNPB mencatat 83 korban meninggal dan 986 orang luka-luka.
Suara.com - Pemerintah menyiapkan kebijakan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengupayakan pemberian masa tenggang pembayaran kredit atau grace period bagi warga yang kesulitan memenuhi kewajiban pinjaman selama masa pemulihan bencana.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat meninjau posko pengungsian di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi mereka, termasuk kemampuan membayar pinjaman dan kredit setelah gempa.
Gibran mengatakan pemerintah telah mulai mengoordinasikan langkah tersebut agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh kewajiban pembayaran kredit ketika masih menghadapi dampak bencana.
"Nanti akan diberikan sedikit keleluasaan biar tidak terbebani selama masa bencana. Tadi pagi sudah saya koordinasikan," kata Gibran menukil Antara, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Gibran, relaksasi tersebut juga akan menyasar kredit usaha masyarakat yang terdampak langsung oleh terganggunya aktivitas ekonomi setelah gempa. Dengan adanya grace period, warga diharapkan memiliki ruang untuk memulihkan kondisi ekonomi sebelum kembali memenuhi kewajiban pembayaran kredit.
"Nanti akan ada 'grace period', nanti akan diberikan keleluasaan biar tidak terbebani di masa bencana," ujarnya.
Kebijakan tersebut menjadi penting karena gempa tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan usaha berpotensi tetap memiliki kewajiban kredit meski pendapatan mereka menurun.
Pemberian masa tenggang diharapkan dapat mencegah masyarakat terdampak bencana menghadapi tekanan keuangan tambahan selama proses pemulihan.
Selain persoalan kredit, dalam kunjungannya Gibran juga menerima keluhan mengenai kondisi kesehatan sejumlah pengungsi. Beberapa warga mengkhawatirkan anggota keluarga yang masih menjalani perawatan di tenda-tenda pengungsian.
Baca Juga: RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT
Gibran meminta pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas kesehatan lebih memadai.
Sebelumnya, Gibran meninjau sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur yang terdampak gempa NTT pada Sabtu (15/8). Sehari sebelumnya, Kamis (20/8), Wapres juga mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian dan rumah sakit di Kabupaten Sikka.
Bencana gempa tersebut masih meninggalkan dampak besar bagi masyarakat NTT. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (21/8) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 83 orang.
Sementara itu, korban luka-luka tercatat sebanyak 986 orang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital
-
3 Rekomendasi Bedak Emina untuk Remaja dan Anak Sekolah, Ringan Bikin Wajah Fresh
-
Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka