- Prof Gusti Hardiansyah meminta masyarakat tidak panik karena data titik panas karhutla di Kalimantan memerlukan verifikasi lapangan.
- Dampak kabut asap karhutla menyebabkan penundaan penerbangan di Bandara Supadio Pontianak dan meliburkan ratusan sekolah di Malaysia.
- Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat bersama kesiapan berbagai pihak dan operasi modifikasi cuaca.
Dampak kabut asap juga sempat dirasakan di Kalimantan Barat. Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak dilaporkan mengalami penundaan.
“Kalbar juga kemarin di Supadio ada delay sebentar ya, ada kurang lebih 20 penerbangan,” ujar Gusti.
Gusti mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang turun langsung meninjau kondisi karhutla di Kalimantan Barat pada Sabtu.
Menurutnya, kehadiran Presiden di lapangan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penanganan kebakaran sekaligus kesiapan menghadapi potensi perluasan karhutla.
Dunia usaha juga dinilai mulai meningkatkan kesiapsiagaan. Gusti menyebut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah mengeluarkan edaran dan melakukan persiapan di lapangan.
Ia menilai tingginya risiko karhutla, termasuk yang dipengaruhi kondisi El Nino, harus diimbangi dengan kesiapan yang sama kuat.
“Risiko karhutla yang tinggi, betul, El Nino yang tinggi, itu kita lawan juga dengan kesiapan kita yang tinggi. Sehingga tidak panik,” katanya.
Gusti mengingatkan kepanikan justru dapat membuat penanganan karhutla menjadi tidak efektif.
Kondisi tersebut berisiko mendorong berbagai pihak saling menyalahkan ketika seharusnya fokus pada pengendalian kebakaran.
Baca Juga: Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
“Karena kesannya kalau kita panik, kita sesama kita mencari kesalahan, kesalahan ini jadi saling salah,” ungkapnya.
Selain pemadaman langsung, Gusti menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi risiko karhutla dalam jangka pendek.
Ia menyebut BMKG, TNI, dan Polri telah menyiapkan pesawat untuk mendukung pelaksanaan OMC. Pendanaan dari Kementerian Sekretariat Negara juga disebut telah tersedia.
Namun, pelaksanaan OMC menghadapi kendala kondisi atmosfer. Awan yang tersedia dinilai terlalu tipis sehingga belum mendukung operasi secara optimal.
“Pesawat-pesawat sudah siap, pendanaan dari Kementerian Sekretariat Negara juga sudah siap, tapi karena awannya tipis, ya tipis sekali. Jadi ini juga perlu kita jelaskan,” kata Gusti.
Gusti menilai penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perusahaan, masyarakat, aparat keamanan, perguruan tinggi, dan media juga memiliki peran dalam mencegah serta menangani kebakaran.
“Ini nggak bisa kerja satu institusi sendiri. Dan saya pikir juga media berperan untuk mengevaluasi ini,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menegaskan penegakan hukum tetap harus dilakukan apabila ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran prosedur pencegahan karhutla.
“Kalau memang kejadiannya sengaja dibakar atau tidak melakukan SOP yang dilakukan, saya pikir penindakan hukum harus juga dilakukan,” tegasnya.
Gusti mengatakan kondisi El Nino masih perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko karhutla dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu menggunakan data beberapa tahun terakhir untuk membaca pola kebakaran dan menentukan langkah penanganan.
Ia kembali mendorong pelaksanaan OMC sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan ketika kondisi awan memungkinkan.
Selain pendekatan teknologi, Gusti juga mengajak masyarakat menggunakan pendekatan keagamaan dan kearifan lokal dalam menghadapi kekeringan.
“Bagi umat Islam, kita harus laksanakan salat istisqa, minta hujanlah,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama menghadapi ancaman karhutla tanpa menciptakan kepanikan.
“Mungkin ini karena ini adalah bencana ya, jadi kita juga ada tangan-tangan Tuhan yang memang kita harapkan memberikan rahmat dan hidayah untuk kita menjaga lingkungan kita ini,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan
-
Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya
-
Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden
-
40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi