- BMKG mendeteksi 512 titik panas di Papua Tengah dengan Nabire tertinggi, menyebabkan kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandara Douw Aturure.
- Kebakaran hutan di Kabupaten Puncak hampir membakar RSUD Ilaga pada siang hari, memaksa warga mengevakuasi sejumlah pasien ke puskesmas terdekat.
- BPBD bersama TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Kampung Waroki, Nabire, guna mencegah api meluas akibat kondisi kering.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi di Kalimantan, keadaan serupa juga melanda sejumlah wilayah Papua Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 512 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut , dengan Kabupaten Nabire menjadi salah satu daerah yang paling terdampak.
Nabire tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, yakni mencapai 279 titik.
Kondisi ini diperparah kabut asap yang menurunkan jarak pandang di sekitar Bandara Douw Aturure hingga kurang dari 70 meter.
Kabut asap tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan.
Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas membuat operasional bandara terganggu karena keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama.
RSUD Ilaga Nyaris Terbakar
Ancaman karhutla juga terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Api dilaporkan nyaris mencapai RSUD Ilaga pada siang hari sehingga sejumlah pasien terpaksa dievakuasi ke puskesmas untuk menghindari risiko kebakaran.
Baca Juga: Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
Api kemudian berhasil dipadamkan oleh warga bersama aparat.
Penanganan dilakukan setelah kobaran api mendekati kawasan fasilitas kesehatan tersebut.
Selain faktor kemarau, muncul dugaan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan.
Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.
Api Membakar Lahan di Kampung Waroki
Di Nabire, petugas juga terus berjibaku menangani kebakaran lahan di Kampung Waroki.
Berita Terkait
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI