News / Nasional
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi di Kalimantan, keadaan serupa juga melanda sejumlah wilayah Papua Tengah. [istimewa]
Baca 10 detik
  • BMKG mendeteksi 512 titik panas di Papua Tengah dengan Nabire tertinggi, menyebabkan kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandara Douw Aturure.
  • Kebakaran hutan di Kabupaten Puncak hampir membakar RSUD Ilaga pada siang hari, memaksa warga mengevakuasi sejumlah pasien ke puskesmas terdekat.
  • BPBD bersama TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Kampung Waroki, Nabire, guna mencegah api meluas akibat kondisi kering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

Kondisi kering membuat api lebih mudah menjalar.

Upaya pemadaman dan pencegahan penyebaran api dilakukan secara intensif di sejumlah titik yang terdampak.

Sebelumnya, BMKG Nabire mencatat 246 titik panas di Papua Tengah sepanjang 10–19 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 113 titik berada di Kabupaten Nabire dan tiga di antaranya masuk kategori berisiko tinggi.

Di platform sosial media, beredar video kondisi kebakaran di sejumlah daerah di Papua Tengah.

Akun resmi Pemprov Papua Tengah dalam postingannya juga memberikan informasi terkait karhutla.

"PAPUA TENGAH LAGI DARURAT. Panas menyengat, kemarau panjang, dan kabut asap akibat kebakaran hutan bukan sekadar cuaca biasa. Kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran dan memperburuk kualitas udara," tulis unggahan akun @provpapuatengah

Baca Juga: Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

Load More