- Lembaga dana pensiun Malaysia, KWAP, menanamkan investasi senilai Rp876 miliar pada startup eFishery pada Juli 2023.
- Audit eksternal mengungkap dugaan manipulasi laporan keuangan eFishery berupa selisih pendapatan, keuntungan palsu, dan jumlah alat.
- Pemerintah Malaysia menelusuri proses investasi tersebut, mengambil langkah hukum, serta mengevaluasi tata kelola dana pensiun.
Perbedaan juga terlihat dalam catatan pertumbuhan pendapatan.
Berdasarkan laporan eksternal, pendapatan eFishery tercatat Rp1,6 triliun pada 2021, naik menjadi Rp5,8 triliun pada 2022 dan mencapai Rp10,8 triliun pada 2023.
Keanehan tidak berhenti pada pendapatan.
Pembukuan eksternal mencatat keuntungan sekitar Rp261 miliar, sedangkan kondisi sebenarnya disebut menunjukkan kerugian sekitar Rp578 miliar.
Klaim 400 Ribu Feeder Dipertanyakan
Jumlah perangkat feeder yang diklaim dimiliki eFishery juga menjadi bagian dari temuan audit.
Perusahaan disebut mengklaim memiliki lebih dari 400 ribu unit, sementara pemeriksaan menemukan jumlah sebenarnya sekitar 24 ribu.
Audit juga menemukan lima perusahaan yang dikendalikan Gibran Huzaifah melalui pihak lain.
Perusahaan-perusahaan tersebut diduga digunakan untuk mencatat arus transaksi yang bertujuan meningkatkan angka pendapatan dan pengeluaran perusahaan.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini
Temuan tersebut memperbesar persoalan yang harus dihadapi eFishery.
Kasus yang awalnya berkaitan dengan tata kelola perusahaan kini berdampak pada investor asing, termasuk pengelola dana pensiun Malaysia.
Parlemen Malaysia Pertimbangkan Penyelidikan
Investasi KWAP senilai RM200 juta kini berpotensi diperiksa Public Accounts Committee (PAC) Malaysia.
Ketua PAC Datuk Mas Ermieyati Samsudin mengatakan perkara tersebut belum masuk agenda pemeriksaan saat ini, tetapi kemungkinan penyelidikan akan dibahas oleh komite.
“Untuk saat ini, masalah tersebut belum masuk dalam rencana persidangan PAC, tetapi kami mungkin akan membahasnya nanti untuk melihat apakah perlu atau tidak dimasukkan dalam persidangan mendatang,” kata Mas Ermieyati di parlemen Malaysia dikutip dari The Star.
eFishery didirikan pada 2013 dan sempat dikenal sebagai startup yang mengembangkan teknologi untuk sektor budidaya ikan dan udang.
Namun, reputasi perusahaan mulai terguncang setelah laporan whistleblower pada Desember 2024 mengungkap dugaan manipulasi kondisi keuangan.
Kasus tersebut kemudian masuk ke ranah hukum. Salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan di Bandung setelah dinyatakan bersalah dalam perkara penggelapan dan pencucian uang.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya
-
Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional