News / Internasional
Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB
BMKG, pada Rabu (19/8/2026), memprakirakan gempa susulan di Flores, NTT masih akan terjadi hingga 30 hari ke depan. Gempa Flores berkekuatan 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan bangunan rusak. [Antara]
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 5,9 mengguncang Ibaraki, Jepang, pada 23 Agustus 2026, menyebabkan puluhan orang terluka dan mengganggu transportasi.
  • Gempa di Kolombia Barat dan Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 turut memicu korban jiwa serta kerusakan infrastruktur parah.
  • Survei Geologi Amerika Serikat mencatat sebelas gempa bumi berskala di atas magnitudo 7,0 mengguncang bumi hingga pertengahan Agustus 2026.

Pada 10 Agustus 2026, gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Chocó di Kolombia Barat. Pusat gempa yang berada pada kedalaman sekitar 110 kilometer tersebut mengakibatkan kerusakan masif pada ribuan bangunan dan merenggut ratusan korban jiwa.

Berselang lima hari, tepatnya pada 15 Agustus 2026, gempa tektonik sangat kuat bermagnitudo 7,7 menghantam wilayah lepas pantai utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-arc Thrust) ini memicu peringatan dini tsunami dan menewaskan puluhan orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Dampak gempa utama di Flores tersebut belum sepenuhnya mereda. Pascagempa magnitudo 7,7, wilayah Nusa Tenggara Timur terus diguncang oleh ribuan gempa susulan (aftershocks) secara persisten.

Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total kejadian gempa susulan telah menembus 4.258 kali hingga tanggal 21 Agustus 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 31 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5,0.

Beberapa guncangan yang cukup kuat dan kembali memicu kepanikan warga di pengungsian adalah gempa M 5,8 pada 17 Agustus, serta gempa beruntun bermagnitudo 5,6 dan 5,8 yang terjadi pada 19–20 Agustus 2026.

Rentetan aktivitas tektonik di bulan Agustus ini melengkapi rekam jejak seismik ekstrem berskala global sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Agustus, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat setidaknya terdapat 11 gempa bumi berskala dahsyat dengan magnitudo di atas 7,0 yang telah mengguncang bumi.

Catatan kelam tersebut mencakup gempa kembar mematikan di Venezuela (M 7,2 dan M 7,5) pada bulan Juni, gempa bumi Jepang (M 7,1) pada akhir Juli, serta gempa dahsyat (M 7,3) di Meksiko.

Para pakar geologi memberikan peringatan tegas kepada masyarakat di area terdampak bencana, secara khusus di pesisir Flores, untuk segera menjauhi bangunan yang strukturnya sudah retak guna mengantisipasi kerusakan tambahan mematikan dari sisa gempa susulan yang diprediksi masih dapat terjadi hingga beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen

Load More