- Gempa magnitudo 5,9 mengguncang Ibaraki, Jepang, pada 23 Agustus 2026, menyebabkan puluhan orang terluka dan mengganggu transportasi.
- Gempa di Kolombia Barat dan Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 turut memicu korban jiwa serta kerusakan infrastruktur parah.
- Survei Geologi Amerika Serikat mencatat sebelas gempa bumi berskala di atas magnitudo 7,0 mengguncang bumi hingga pertengahan Agustus 2026.
Pada 10 Agustus 2026, gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Chocó di Kolombia Barat. Pusat gempa yang berada pada kedalaman sekitar 110 kilometer tersebut mengakibatkan kerusakan masif pada ribuan bangunan dan merenggut ratusan korban jiwa.
Berselang lima hari, tepatnya pada 15 Agustus 2026, gempa tektonik sangat kuat bermagnitudo 7,7 menghantam wilayah lepas pantai utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-arc Thrust) ini memicu peringatan dini tsunami dan menewaskan puluhan orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Dampak gempa utama di Flores tersebut belum sepenuhnya mereda. Pascagempa magnitudo 7,7, wilayah Nusa Tenggara Timur terus diguncang oleh ribuan gempa susulan (aftershocks) secara persisten.
Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total kejadian gempa susulan telah menembus 4.258 kali hingga tanggal 21 Agustus 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 31 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5,0.
Beberapa guncangan yang cukup kuat dan kembali memicu kepanikan warga di pengungsian adalah gempa M 5,8 pada 17 Agustus, serta gempa beruntun bermagnitudo 5,6 dan 5,8 yang terjadi pada 19–20 Agustus 2026.
Rentetan aktivitas tektonik di bulan Agustus ini melengkapi rekam jejak seismik ekstrem berskala global sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Agustus, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat setidaknya terdapat 11 gempa bumi berskala dahsyat dengan magnitudo di atas 7,0 yang telah mengguncang bumi.
Catatan kelam tersebut mencakup gempa kembar mematikan di Venezuela (M 7,2 dan M 7,5) pada bulan Juni, gempa bumi Jepang (M 7,1) pada akhir Juli, serta gempa dahsyat (M 7,3) di Meksiko.
Para pakar geologi memberikan peringatan tegas kepada masyarakat di area terdampak bencana, secara khusus di pesisir Flores, untuk segera menjauhi bangunan yang strukturnya sudah retak guna mengantisipasi kerusakan tambahan mematikan dari sisa gempa susulan yang diprediksi masih dapat terjadi hingga beberapa minggu ke depan.
Baca Juga: Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen
Berita Terkait
-
Prabowo Bakal Datang ke NTT, Istana: Dalam Waktu Dekat
-
Netizen Bandingkan Dana Suvenir HUT RI dengan Penanganan Bencana, Ini Kata Menkeu
-
PNM Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi Terdampak Gempa NTT
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI
-
Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik
-
Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG