News / Metropolitan
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:19 WIB
Ilustrasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meninjau pedagang ikan Pasar Kramat Jati pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Peninjauan dilakukan karena limbah air ikan ke jalan menyebabkan aspal licin dan menewaskan seorang pengendara motor.
  • Pemerintah Kota Jakarta Timur menyiapkan penataan kawasan menyeluruh serta pencarian lokasi baru bersama PD Pasar Jaya.

Suara.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menyiapkan penataan kawasan pedagang ikan di depan Pasar Kramat Jati menyusul keluhan warga soal limbah dagangan yang dibuang ke jalan hingga membuat permukaan aspal licin dan membahayakan pengguna jalan.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin turun langsung meninjau kondisi pedagang ikan di lokasi tersebut pada Sabtu (22/8/2026).

Dalam peninjauan itu, Pemkot Jaktim memberikan sosialisasi sekaligus imbauan agar pedagang tidak lagi membuang air limbah dagangan ke jalan.

“Para pedagang, khususnya yang penjual ikan untuk tidak membuang airnya ke jalanan, yang membuat jalan menjadi licin dan akhirnya pengguna lalu lintas bisa terganggu,” kata Munjirin.

Namun, Pemkot Jaktim menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan memberikan imbauan.

Penataan kawasan secara menyeluruh disiapkan sebagai solusi jangka panjang, dengan tetap mempertahankan aktivitas ekonomi para pedagang.

“Kami membutuhkan waktu untuk membicarakan lokasi ini untuk ditata secara keseluruhan, yaitu penataan kawasan. Di mana nanti para pedagangnya tetap bisa berjualan, tapi tidak di tempat yang tidak diperbolehkan,” jelas Munjirin.

Pemkot Jaktim selanjutnya akan mencari lokasi yang dapat digunakan para pedagang untuk berjualan secara tertib.

Lokasi tersebut akan dikoordinasikan dengan PD Pasar Jaya maupun lokasi sementara (loksem) yang berada di sekitar kawasan Pasar Kramat Jati.

Baca Juga: Kos di Tebet Terbakar Dini Hari: 4 Orang Tewas, Pemicu Korsleting Mesin Fotokopi

“Nanti kami akan carikan tempat-tempat yang memang sama dengan PD Pasar Jaya maupun mungkin loksem-loksem (lokasi sementara) yang ada di sekitar sini, untuk bisa ditempati oleh para pedagang,“ jelas Munjirin.

Penataan tidak hanya menyasar lokasi pedagang. Pemkot Jaktim juga berencana memperbaiki fasilitas bagi pejalan kaki dengan membangun trotoar di sekitar kawasan pasar.

“Mudah-mudahan nanti juga setelah itu akan diikuti dengan pembangunan sarana trotoar untuk pejalan kaki di sekitar sini,” tutur Munjirin.

Keberadaan pedagang ikan di bahu jalan depan Pasar Kramat Jati sebelumnya menjadi sorotan karena limbah air ikan yang dibuang ke jalan membuat permukaan aspal licin.

Kondisi tersebut bahkan disebut telah menyebabkan seorang siswa SMA meninggal dunia setelah tergelincir saat mengendarai sepeda motor.

Load More