News / Internasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:01 WIB
Ketegangan di perairan dan wilayah daratan Timur Tengah memuncak setelah militer Iran melakukan tindakan tegas terhadap kapal komersial dan kelompok oposisi. (MME)
Baca 10 detik
  • Iran menuntut perundingan berbasis kesetaraan dan penghormatan sebagai jalan tunggal perdamaian dengan AS.

  • Menlu Iran menyebut sanksi ekonomi Amerika Serikat sebagai bentuk keputusasaan strategi politik Washington.

  • Konflik berlanjut tanpa konfrontasi militer langsung setelah nota kesepahaman penghentian permusuhan Juni lalu gagal.

Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan penolakan terhadap opsi militer maupun sanksi ekonomi dan menuntut dialog berlandaskan kesetaraan hak sebagai satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

Sikap tegas tersebut mengemuka di tengah maraknya manuver sanksi ekonomi terbaru dari Washington yang dipandang Teheran tidak akan membuahkan hasil diplomasi.

Langkah Amerika Serikat memblokir akses ekonomi global bagi Iran dinilai tidak mengubah pendirian Teheran, melainkan menandai kerapuhan strategi intimidasi politik luar negeri Washington.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)

Pilihan Teheran untuk tetap membuka pintu negosiasi berbasis harga diri menjadi batas tegas bahwa dialog hanya terjadi jika Washington menghentikan perlakuan sepihak.

Ketegangan geopolitik ini memperlihatkan peralihan dari bentrokan senjata langsung menjadi pertempuran strategi daya tahan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Bagaimana Sikap Resmi Iran Menghadapi Tekanan Washington?

"AS harus tahu bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka selain berbicara secara hormat kepada rakyat Iran dan menemukan solusi berdasarkan keadilan dan kehormatan," kata Araghchi seperti dikutip kantor berita Jamaran, dikutip Senin (24/8/2026).

Pernyataan diplomasi tersebut menggarisbawahi tekad Teheran untuk tidak mentolerir gaya negosiasi yang memaksakan kehendak tanpa kesetaraan posisi politik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangkaian sanksi keuangan dan pemblokiran akses pasar global terhadap negaranya merupakan cerminan dari jalan buntu politik Washington.

Baca Juga: Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Araghchi menilai perang ekonomi yang diumumkan Trump merupakan "skenario berulang" yang menunjukkan bahwa AS berada dalam keputusasaan.

Ia mengkritik kebijakan proteksionisme ketat tersebut karena kerap diulang tanpa memberikan dampak konkret bagi perdamaian kedua bangsa.

Mengapa Amerika Serikat Mengubah Strategi Sanksi Ekonomi?

Gedung Putih sebelumnya telah mengumumkan gelombang tekanan finansial skala besar yang menargetkan seluruh jaringan perdagangan internasional Iran.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.

Strategi pengasingan ekonomi global ini dirancang untuk mempersempit ruang gerak finansial Teheran serta menekan pendapatan sektor energi vital mereka.

Load More