News / Internasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) sebelum pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/nym]
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengirim surat resmi kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
  • Surat tersebut meminta perhatian khusus terhadap sengketa hukum investasi Felda pada PT Eagle High Plantations.
  • Kelalaian penanganan perkara ini berpotensi menyebabkan kerugian finansial besar bagi pihak Malaysia mencapai Rp11 triliun.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengirim surat resmi kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk meminta perhatian khusus terhadap investasi Federal Land Development Authority (Felda) di Indonesia, khususnya perkara yang melibatkan PT Eagle High Plantations Tbk (EHP).

Anwar mengatakan langkah tersebut dilakukan karena investasi itu berpotensi menimbulkan kerugian hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp11 triliun, berdasarkan kurs yang berlaku.

Sementara itu, nilai yang diperkirakan dapat dipulihkan saat ini hanya sekitar RM200 juta.

“Investasi ini (EHP) sedang dalam proses hukum di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta beliau meninjau perkara ini. Jika tidak ditangani, kita berpotensi kehilangan RM2,5 miliar dan hanya mendapatkan kembali RM200 juta,” kata Anwar dinukil dari The Star.

Paparan publik PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

Menurut laporan media Malaysia, Felda hingga kini belum berhasil mendapatkan kembali dana yang terkait dengan investasi tersebut.

Persoalan itu masih dalam proses hukum karena EHP disebut terus mengajukan perlawanan melalui pengadilan di Indonesia.

Kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah Malaysia karena menyangkut potensi kerugian dalam jumlah besar.

Anwar menilai penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan perhatian dari kedua negara.

Investasi Felda di EHP sebelumnya menjadi salah satu transaksi besar yang dilakukan lembaga tersebut di sektor perkebunan Indonesia.

Baca Juga: 4 Fakta Penting Kasus Gibran Tipu Malaysia: Peran Anwar Ibrahim Ikut Disorot

Namun, investasi tersebut kemudian menghadapi berbagai persoalan hingga berujung pada sengketa hukum.

Anwar tidak menjelaskan secara rinci bentuk intervensi atau langkah yang dimintanya dari pemerintah Indonesia.

Namun, ia menekankan besarnya potensi kerugian yang harus ditanggung Felda jika persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Jika tidak ditangani, kita berpotensi kehilangan RM2,5 miliar dan hanya mendapatkan kembali RM200 juta,” ujar Anwar.

Sebab, selisih antara potensi kerugian dan dana yang diperkirakan dapat dipulihkan mencapai sekitar RM2,3 miliar atau lebih dari Rp10 triliun.

Load More