News / Metropolitan
Senin, 24 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Pramono Anung meninjau kesiapan operasional di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8/2026).(Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung mengumumkan tarif flat LRT Velodrome–Manggarai sebesar Rp5.000 pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Tarif murah tersebut berlaku masa transisi hingga Oktober 2026 sambil menunggu penetapan harga bersama DPRD DKI Jakarta.
  • Rute baru sepanjang 12,2 kilometer ini ditargetkan menarik puluhan ribu penumpang dan mengurai kemacetan Jakarta.

Suara.com - Kabar gembira datang bagi para komuter Jakarta, karena tarif LRT rute Velodrome–Manggarai ditetapkan sangat terjangkau bagi warga.

Tarif flat sebesar Rp5.000 akan diberlakukan selama masa transisi operasional hingga bulan Oktober 2026 mendatang.

Gubernur Pramono Anung mengumumkan kebijakan harga tiket tersebut usai meninjau kesiapan operasional di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8/2026).

Keputusan tarif murah ini diambil sembari menunggu penetapan harga tiket resmi yang akan dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.

"Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa diputuskan, berapa tarif yang akan diberlakukan di LRT Jakarta secara keseluruhan, yang akan kami atur bersama-sama," kata Pramono.

Selain tarif promo, pemerintah juga sedang mengkaji peluang penerapan skema tarif khusus saat hari peresmian nanti.

Kehadiran rute baru sepanjang 12,2 kilometer ini diproyeksikan mampu menyedot minat puluhan ribu penumpang setiap harinya.

"Kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, kurang lebih antara 60 sampai 80 ribu penumpang di tahap-tahap awal. Kalau itu sudah tersambungkan, maka secara keseluruhan LRT yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah menjadi backbone utama untuk mengatur transportasi," ungkap Pramono.

Keunggulan lain dari rute ini adalah waktu tempuh yang relatif singkat yakni hanya sekitar 28 menit dari Kelapa Gading menuju Manggarai.

Baca Juga: LRT Velodrome - Manggarai Menuju Peresmian, Siap Layani Penumpang hingga Tengah Malam

Integrasi antarmoda juga menjadi daya tarik karena stasiun ini akan terhubung dengan KRL Commuter Line hingga Kereta Bandara.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin. (Suara.com/Adiyoga)

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin, memastikan proses penyambungan fisik antar moda terus dipercepat.

"Integrasi tiga moda ini sebenarnya sudah terjalin, dan direct-nya dari Manggarai ke sini sedang kami proses bersama KAI. Dalam bulan September sudah selesai dan bisa dioperasikan," ujar Iwan.

Pemerintah berharap tarif ekonomis ini dapat memicu perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Kehadiran LRT Jakarta diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan di wilayah Jakarta Timur menuju Jakarta Selatan secara efektif.

Load More