News / Nasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kualitas udara Jakarta memburuk pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Operasi modifikasi cuaca di Jakarta Selatan belum berhasil karena kendala ketiadaan awan pendukung.
  • Pemerintah mendorong elektrifikasi kendaraan serta pembatasan aktivitas pembakaran demi mengatasi polusi bersama masyarakat.

Suara.com - Kualitas udara Jakarta yang memburuk pada musim kemarau kembali menjadi sorotan.

Menurut data terkini IQAir, Senin (24/8/2026), kualitas udara Jakarta bahkan terpantau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun menjelaskan upaya penanganan polusi udara melalui rekayasa cuaca yang belum sepenuhnya berhasil.

Ia mengungkapkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) tidak selalu membawa hasil yang diharapkan.

"Kemarin pada hari Jumat dan Sabtu, sebenarnya dalam waktu 2 hari berturut-turut kami juga melakukan persiapan untuk OMC. Kalau Jumat sudah sempat naik, kalau Sabtu itu baru mau dinaikkan, awannya nggak ada," terang Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, hari ini.

Akibat kondisi awan yang tidak mendukung, hujan buatan pun tidak selalu bisa diturunkan.

Oleh karena itu, Pramono meminta masyarakat, khususnya yang masih melakukan pembakaran, serta industri yang menggunakan bahan bakar batu bara untuk mengurangi aktivitas tersebut.

"Kalau mereka tidak mengurangi, maka ini tetap, tekanan Jakarta akan semakin tinggi. Sehingga dengan demikian, sekali lagi ini mesti kita jaga bersama-sama," imbau eks Sekretaris Kabinet itu.

Pramono berharap penanganan polusi udara menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor industri.

Baca Juga: Pramono Ungkap Kronologi Rombongan Fortuner-Alphard Terobos CFD Sudirman: Sudah Dihalau Malah Maksa

Selain rekayasa cuaca, upaya elektrifikasi kendaraan, baik bus maupun motor, turut digencarkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan polusi udara di Jakarta.

"Jakarta ini penggunaan mobil listrik baik itu untuk bus maupun pribadi, bahkan kemarin Bapak Presiden sudah mencanangkan untuk motor dibuat listrik, sebenarnya gerakannya sudah cukup masif," pungkasnya.

Load More