- Gempa bumi magnitudo 4,4 di Himalaya memicu runtuhnya struktur es gletser secara mendadak.
- Material longsor es dan batuan raksasa menghantam Sungai Lhende di perbatasan Nepal dan Tibet.
- Banjir bandang lumpur masif menghancurkan infrastruktur serta menewaskan ratusan jiwa di kawasan tersebut.
Suara.com - Bencana banjir bandang dan longsor raksasa yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan wilayah Tibet, China, hingga menewaskan ratusan jiwa kini mulai terungkap penyebab utamanya.
Berdasarkan temuan awal dan analisis data geologi, bencana alam berskala masif tersebut dipicu oleh runtuhnya struktur es gletser yang diawali oleh guncangan gempa bumi di area pegunungan Himalaya.
Laporan Badan Penanggulangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal mengungkapkan bahwa pemicu utama petaka ini berawal dari fragmen material es dan batuan berukuran raksasa yang runtuh mendadak. Longsoran es tersebut menghantam aliran Sungai Lhende, yang berlokasi sekitar 20 kilometer sebelah timur laut titik perbatasan Rasuwagadhi.
Guncangan Gempa Sebagai Pemicu Awal Runtuhan
Mengenai pelepasan material longsor yang begitu mendadak, data pemantauan dari German Research Centre for Geosciences mencatat adanya aktivitas tektonik berupa gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 di kawasan tersebut.
Reuters melaporkan, guncangan gempa ini terdeteksi terjadi sekitar tujuh menit sebelum rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan gelombang material menghantam area perbatasan.
Guncangan tektonik tersebut diduga kuat menjadi katalis utama yang meretakkan dan memicu runtuhnya bagian bawah gletser Himalaya.
Keruntuhan fondasi es dalam skala besar ini secara seketika mendorong jutaan ton campuran batu, es, serta tanah lunak meluncur deras dari ketinggian hampir 2.000 meter di atas permukaan laut.
Eskalasi Menjadi Banjir Bandang dan Bendungan Alami yang Jebol
Percampuran antara runtuhan gletser, tanah longsor, dan tingginya debit air sungai menciptakan fenomena banjir bandang pekat bercampur lumpur (debris-laden flood).
Peningkatan volume air dan material padat yang datang secara mendadak membuat aliran sungai meluap drastis melampaui batas normalnya, hingga menyapu bersih apa pun yang dilaluinya di sepanjang aliran hulu menuju hilir.
Luncuran material lumpur dan batuan dari ketinggian ekstrem ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur di sekitar titik runtuhan seperti Pelabuhan Gyirong di Tibet, tetapi juga menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai besar yang mengalir hingga ke dataran rendah di utara India.
Kombinasi faktor geologis dan hidrologis inilah yang menjadikan dampak kerusakan fisik maupun korban jiwa dalam peristiwa ini sangat masif di kedua negara.