News / Metropolitan
Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:42 WIB
Ilustrasi Transjakarta. (Unsplash/Heru Eko Saputro)
Baca 10 detik
  • Aksi demonstrasi di gedung DPR RI pada Kamis malam memicu gangguan serius terhadap layanan transportasi publik.
  • Transjakarta menghentikan sementara operasional tiga belas rute bus demi menjaga keamanan di tengah kondisi lapangan.
  • Manajemen memberlakukan pengalihan lintasan serta perpendekan rute pada delapan jalur bus Transjakarta akibat penutupan jalan.

Suara.com - Aksi demo 27 Agustus di gedung DPR RI terpantau memanas hingga malam ini. Kondisi itu memicu gangguan layanan transportasi publik pada Kamis (27/8/2026) malam.

Selain KRL Commuter Line, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan sebanyak 21 rute mengalami penyesuaian jadwal serta lintasan akibat penutupan akses jalan di lokasi tersebut.

Pihak manajemen memutuskan menghentikan operasional sementara pada 13 rute bus demi alasan keamanan.

"Sehubungan dengan dinamika kondisi di lapangan," ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani dalam keterangan resmi perusahaan.

Kebijakan setop operasi ini mencakup rute Mikrotrans JAK.11, JAK.12, JAK.14, JAK.54, hingga layanan bus integrasi seperti 1B, 1F, dan 3F.

Selain penghentian layanan, terdapat delapan rute lainnya yang terpaksa mengalami pengalihan lintasan secara signifikan.

Bus Transjabodetabek rute SH2 kini dialihkan melalui jalan tol guna menghindari titik massa di sekitar area Slipi.

Pengalihan arus juga diberlakukan pada koridor 9, 9A, serta JAK.102 yang bersinggungan langsung dengan area Gerbang Pemuda.

Sementara itu, Transjakarta juga melakukan perpendekan rute pada satu layanan bus integrasi lainnya.

Baca Juga: Update KRL Malam Ini: Rute Rangkasbitung Direkayasa Akibat Massa Aksi DPR di Jalur Rel

Rute 8E yang menghubungkan Kebayoran Lama hingga Jelambar kini tidak melayani kawasan Petamburan serta MPR 1 dan 2.

Layanan terpangkas dan hanya melayani perjalanan pelanggan hingga titik Kebayoran - Asia Afrika saja.

Langkah mitigasi ini diambil untuk memastikan keselamatan seluruh warga yang masih beraktivitas menggunakan transportasi umum di tengah kondisi yang dinamis.

"Kami mengimbau pelanggan untuk terus memperbarui informasi layanan melalui aplikasi TJ:Transjakarta dan sosial media Transjakarta," pungkas Ayu.

Load More