News / Internasional
Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:22 WIB
Raja Haakon VIII menyampaikan pidato perdana yang emosional mengenang almarhum ayahnya, Raja Harald V. (Dok Kerajaan)
Baca 10 detik
  • Raja Haakon VIII menyampaikan pidato perdana yang emosional mengenang almarhum ayahnya, Raja Harald V.
  • Raja baru Norwegia menegaskan komitmennya untuk mempertahankan demokrasi dan hukum konstitusional negara.
  • Warga dan Perdana Menteri menyambut hangat pesan persatuan yang disampaikan oleh Raja Haakon VIII.

Suara.com - Raja Haakon VIII menyampaikan pidato pertamanya kepada publik Norwegia dengan memberi penghormatan emosional kepada mendiang ayahnya, Raja Harald V. Penguasa baru tersebut menegaskan kesiapannya menjaga prinsip demokrasi dan kesetaraan hukum.

Penampilan perdana Haakon menandai era baru kepemimpinan yang memadukan kehangatan keluarga dan keteguhan monarki konstitusional. Mengenakan setelan jas hitam, ia membagikan kenangan personal tentang sosok sang ayah dari meja kerjanya.

Momen pidato ini bertepatan langsung dengan peringatan ulang tahun pernikahan orang tuanya yang ke-58. Suara Haakon sempat bergetar menahan haru saat menyapa sang ibu, Ratu Sonja.

Raja Norwegia Harald V (Independent)

Haakon menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kasih sayang sang ayah kepada dirinya dan saudarinya, Putri Martha Louise.

"Ayahku tersayang, terima kasih telah menjadi ayah yang sangat baik bagi Martha dan aku," ujar Haakon, dikutip dari CNA.

Ia mengaku sangat merindukan kehadiran, gelak tawa, serta keramahan almarhum dalam menghadapi berbagai situasi.

"Aku akan merindukannya. Aku akan merindukan gelak tawanya. Aku akan merindukan caranya yang ramah dalam menyapa orang-orang dan menghadapi berbagai situasi," tuturnya.

Bagaimana Raja Haakon VIII Mengenag Hari Pernikahan Orang Tuanya?

Hari penayangan pidato tersebut bertepatan dengan momen istimewa bagi kedua orang tuanya.

Baca Juga: Daftar Saham Milik Negara Erling Haaland di IHSG, Ada Emiten Konglomerat

"Selamat ulang tahun pernikahan, Ibu tersayang," ucap Haakon dengan nada penuh emosi.

Haakon menegaskan komitmennya untuk memimpin dengan pendekatan mandiri sebagaimana dilakukan mendiang ayahnya. Ia bakal mengukuhkan kepemimpinannya melalui sumpah setia konstitusi di hadapan parlemen.

Ia menegaskan kepercayaan penuh seluruh rakyat pada sistem demokrasi dan hukum yang adil.

"Kita percaya pada sistem pemerintahan mandiri – dan pada demokrasi. Kita percaya pada masyarakat yang dibangun di atas hukum – di mana setiap individu memiliki kesetaraan," tegasnya.

Prinsip inklusivitas juga menjadi pilar utama yang ia tekankan demi menjaga persatuan bangsa.

"Kita percaya pada Norwegia yang memberi ruang bagi semua orang. Kita harus merasakan kekuatan komunitas kita - dan menyadari jauh di dalam diri kita bahwa kita adalah satu bangsa," lanjutnya.

Load More