- Lembaga pengelola dana abadi Norwegia memiliki saham di 23 emiten Bursa Efek Indonesia per 30 Juni 2026.
- Kepemilikan saham terbesar berada pada PT AKR Corporindo Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk secara persentase.
- Investasi strategis tersebut diproyeksikan memberikan total pendapatan dividen jumbo mencapai Rp171,98 miliar bagi pemerintah Norwegia.
Suara.com - Norwegia belakangan mencuri perhatian berkat penampilan Erling Haaland cs di Piala Dunia. Namun, tidak hanya sepak bola, Norwegia juga memiliki sepak terjang mentereng di pasar modal Indonesia.
Norwegia tercatat sebagai salah satu pemodal asing strategis yang memiliki saham di sejumlah emiten IHSG dengan persentase kepemilikan di atas satu persen.
Merujuk pada dokumen publikasi kepemilikan saham per 30 Juni 2026, lembaga pengelola dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) asal Norwegia terpantau mengoleksi sekurangnya 23 saham perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dana abadi yang menyandang status sebagai investor institusi asing terbesar di dunia tersebut terdata menguasai aset secara elektronik (scripless) dengan variasi porsi kepemilikan yang tergolong beragam.
Berdasarkan kompilasi data yang dihimpun, porsi kepemilikan persentase tertinggi yang dikuasai oleh SWF Norwegia berada pada saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Lembaga ini mengamankan porsi kepemilikan sebesar 2,90 persen atau setara dengan 581,7 juta lembar saham. Menguntit di posisi kedua, institusi luar negeri ini menguasai 2,68 persen saham di PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang dikonversikan setara 206,3 juta lembar.
Kondisi berbeda terlihat jika indikator penilaian dirujuk berdasarkan akumulasi volume helai saham terbesar. Di sektor ini, SWF Norwegia menempatkan volume investasi fantastis pada saham properti PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan total mencapai 1,99 miliar lembar, atau setara dengan porsi kepemilikan sebesar 1,19 persen.
Daftar Saham Pemerintah Norwegia di IHSG
Di luar tiga emiten utama tersebut, terdapat 20 portofolio saham korporasi lokal lainnya yang masuk dalam daftar investasi pemerintah Norwegia, yang meliputi:
Baca Juga: Pulang ke Oslo Sebagai Warga Biasa, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
Di sektor komoditas dan industri dasar, terdapat saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan kepemilikan 365,2 juta lembar (1,45%), PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) sebanyak 109,1 juta helai (1,49%), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebesar 280,1 juta lembar (1,63%), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar 280,1 juta saham (1,14%), serta emiten BUMN PT Timah Tbk (TINS) dengan kepemilikan 93,5 juta lembar (1,26%).
Untuk sektor properti dan kawasan industri, dana abadi ini mengoleksi saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sebanyak 260,5 juta lembar (1,23%), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebesar 380,6 juta helai (2,05%), PT Jababeka Tbk (KIJA) sebesar 297,4 juta saham (1,43%), serta PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berjumlah 222,1 juta lembar (1,35%).
Sementara di sektor ritel, kesehatan, teknologi, dan konsumer, investasinya tersebar di PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) sebesar 50,3 juta lembar (1,36%), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sebanyak 272,3 juta helai (1,71%), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 583,7 juta lembar (1,25%), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan 178,9 juta lembar (1,08%), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) sebesar 402,7 juta lembar (1,20%), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebanyak 326,3 juta helai (2,35%), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebesar 45 juta lembar (1,03%), PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) berjumlah 45,3 juta lembar (1,45%), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) sebanyak 345,6 juta lembar (1,55%), PT Panin Financial Tbk (PNLF) sebesar 420 juta lembar (1,31%), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebanyak 82 juta lembar (1,54%).
Proyeksi Perolehan Dividen Skala Besar
Melalui kalkulasi nilai pembagian keuntungan per saham yang telah diumumkan oleh masing-masing manajemen emiten, SWF Norwegia diperkirakan berpotensi meraup total pendapatan dividen jumbo mencapai Rp171,98 miliar dari pasar modal Indonesia.
Lini bisnis AKRA diproyeksikan menjadi penyumbang dividen terbesar bagi dana abadi tersebut dengan estimasi perolehan menyentuh Rp29,09 miiliar.
Tag
Berita Terkait
-
4 Calon Emiten Baru Antre IPO Saham, Ada yang Punya Aset Jumbo Rp250 Miliar
-
IHSG Terbang 4,24% Sepekan, Market Cap Naik Jadi Rp10.749 Triliun
-
Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun di Saham BBCA, Ada Apa?
-
Skandal Investasi? Pejabat AS Raup Untung Fantastis dari IPO SpaceX
-
BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Daftar Saham Milik Negara Erling Haaland di IHSG, Ada Emiten Konglomerat
-
Bukan Lokal, Harga Emas di Nevalla Bullion Pertahankan Rujukan Internasional
-
5 Pelembap Terbaik untuk Kulit Kering dan Sensitif, Bikin Wajah Sehat dan Bebas Dehidrasi
-
Bagaimana Mekanisme dan Dasar Regulasi Pencairan Dana Hibah Rp15 Miliar KONI Makassar?
-
Viral Penipuan Berkedok 'Program Treasury BRI', Manajemen Minta Warga Waspada
-
Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Live di TVRI dan Streaming Resmi
-
Indonesia di Persimpangan: Menghindari Jebakan Stagnasi Ekonomi
-
Spanyol Mulai Psywar Jelang Final Piala Dunia 2026, Wasit Lawan Argentina Diminta Tak Lembek
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
-
Shin Tae-yong Angkat Tangan Soal Nasib Andritany Ardhiyasa Bersama Persija