Pengungsi Gempa NTT Menyusut 4.142 Orang, Ribuan Rumah Masih Rusak Berat

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:58 WIB
Kondisi di pengungsian pascagempa Flores NTT (dok. Plan Indonesia)
  • Pengungsi gempa NTT tersisa 188.161 jiwa setelah berkurang 4.142 orang per 30 Agustus 2026.

  • Sebanyak 27.414 keluarga membutuhkan hunian sementara akibat rumah mereka mengalami kerusakan berat.

  • Gempa susulan melandai dengan total 9.765 getaran, namun diperkirakan bertahan hingga 4 minggu.

Pernyataan resmi ini disampaikan dalam jumpa pers kebencanaan yang berlangsung di Jakarta pada Minggu pagi. Otoritas penanggulangan bencana terus memperbarui data lapangan guna memastikan distribusi logistik tepat sasaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta mengemukakan per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang.

"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang," katanya.

Berton menambahkan kabupaten lain yang masih memiliki jumlah pengungsi besar antara lain Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

Bencana geologi ini bermula saat gempa bumi berkekuatan besar mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Guncangan keras tersebut merusak sarana prasarana publik serta ribuan pemukiman warga hanya dalam hitungan detik.

Sejak hari pertama kejadian, ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka menuju lokasi aman akibat kehancuran fisik dan ancaman gempa susulan. Penanganan darurat kini bergeser dari evakuasi menuju pemenuhan kebutuhan dasar dan perancangan hunian sementara.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com