Mayoritas Nahdliyin Gerah NU Diseret ke Politik dan Bisnis Tambang

Senin, 31 Agustus 2026 | 13:56 WIB
Ilustrasi-Peringatan seabad Nahdlatul Ulama (NU) di depan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. [ Foto dok. PBNU]
  • Survei nasional Parameter Politik Indonesia menunjukkan 76,1 persen warga NU ingin organisasinya kembali fokus mengurus umat dan agama.
  • Sebanyak 54,4 persen dari 1.200 responden di 38 provinsi menyatakan menolak keterlibatan NU dalam pengelolaan tambang.
  • Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menyatakan kepemimpinan Gus Kikin membawa harapan besar untuk memperkuat independensi NU dari politik praktis.

"Ya secara lahir, secara fisik NU memang selalu berada di luar kekuasaan, tidak ikut dalam urusan-urusan politik praktis dan itu memang harus mulai ditegaskan," ungkapnya.

Menurut Adi, sosok Gus Kikin juga dapat menjadi modal untuk memperkuat kembali independensi organisasi.

"Apalagi Gus Kikin itu adalah sosok yang selama ini memang tidak teridentifikasi dan tidak terafiliasi dengan kekuatan-kekuatan politik apa pun lah," sambungnya.

Ia juga menekankan bahwa latar belakang kepemimpinan Gus Kikin membawa harapan besar bagi pemulihan independensi NU yang berfokus penuh pada pemberdayaan umat.

Sebagai informasi survei PPI dilakukan secara tatap muka pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Sampel ditarik menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen.

Hasil survei juga menunjukkan demografi responden yang didominasi warga NU di Pulau Jawa sebesar 69,3 persen, kelompok usia Gen X dan milenial sebesar 66 persen, serta masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke bawah.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com