- Keluarga Sutrimo bersama kuasa hukum mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Tujuan kedatangan mereka adalah menanyakan keterlambatan hasil ekshumasi jenazah serta keberadaan ponsel korban yang belum jelas.
- Sutrimo sebelumnya ditemukan tewas berbusa di klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Suara.com - Pihak keluarga Sutrimo bersama dengan kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (31/8/2026).
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan kedatangan mereka untuk menanyakan hasil ekshumasi jenazah Sutrimo yang dilakukan pada 12 Agustus lalu.
Aan mengaku, berdasarkan informasi dari media massa, seharusnya hasil ekshumasi Sutrimo sudah bisa diterima minggu lalu.
“Kami sengaja datang ke Polda Metro Jaya untuk menyampaikan surat permohonan SP2HP, khususnya terkait dengan karena memang berdasarkan berita, hasil ekshumasi itu seharusnya katanya minggu kemarin ya sudah dapat,” kata Aan di Polda Metro Jaya, Senin.
Namun, sejak kemarin, pihak keluarga menanyakan hal itu kepada penyidik, tetapi hasilnya belum ada.
“Tapi kami memang sampai kemarin informasi masih kontak-kontakan dengan penyidik masih belum ada,” ucapnya.
Sebab itu, pihak keluarga secara langsung mendatangi Polda Metro Jaya untuk bersurat resmi kepada penyidik.
“Saya kira juga penyidik dari Polda Metro Jaya akan segera membalas nanti seperti apa,” ujarnya.
“Tapi pada prinsipnya saya sudah kontakkan bahwa kami akan menyampaikan surat secara tertulis. Intinya SP2HP itu sebenarnya terkait dengan hasil ekshumasi,” imbuhnya.
Baca Juga: Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang
Selanjutnya, kedatangan pihak keluarga ke Polda Metro Jaya juga untuk mempertanyakan keberadaan ponsel milik Sutrimo.
Sebab, hingga saat ini pihak keluarga belum mendapatkan informasi yang valid soal keberadaan ponsel korban.
“Kemudian yang kedua terkait dengan kita mohon informasi sebenarnya terkait dengan keberadaan HP. Karena HP almarhum Sutrimo sampai dengan detik ini kita tidak pernah tahu itu di mana posisinya,” jelasnya.
Aan mengaku, pada 14 Agustus lalu pihaknya sudah bersurat kepada eks Jampidsus Febrie Adriansyah terkait dengan ponsel milik Sutrimo. Surat tersebut juga telah dibalas oleh putra Febrie.
“Jadi putranya mewakili dengan kuasa hukum menyampaikan ke kami pada prinsipnya mereka akan kooperatif membantu dan minta waktu. Adapun terkait dengan HP memang Mas Agam sendiri tidak tahu-menahu,” tandasnya.
Diketahui, Sutrimo ditemukan tewas dalam kondisi mulut dan hidung berbusa di sebuah klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Disebut-sebut, Sutrimo merupakan kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Tag
Berita Terkait
-
Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang
-
Kematian Bambang Setiawan Diselidiki, Komnas HAM Minta Massa Tak Terlibat Kerusuhan Dibebaskan
-
5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa
-
Brimob Sterilisasi JIS dari Tribun Sampai Ruang Ganti Jelang Duel Persija vs Brisbane Roar
-
Grib Jaya Akui Hercules Hadir di Titik Ricuh Demo 27 Agustus: Pantau dan Jaga Kondusivitas
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat