- BPBD Sumut mencatat 248,22 hektare lahan terbakar akibat 36 kejadian karhutla di 13 kabupaten/kota sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
- Kabupaten Labuhanbatu menjadi wilayah paling terdampak dengan luas lahan terbakar mencapai 113 hektare dari lima kejadian.
- BPBD Sumut memperkuat langkah pencegahan, edukasi masyarakat, serta meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan untuk menekan potensi karhutla.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sedikitnya 248,22 hektare lahan di Sumatra Utara sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara mencatat luasan tersebut berasal dari 36 kejadian karhutla yang tersebar di 13 kabupaten/kota.
"Sebanyak 36 kejadian dengan luas lahan terbakar 248,22 hektare," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasiliwati dikutip dari ANTARA, Senin (31/8/2026).
Kabupaten Labuhanbatu menjadi wilayah dengan lahan terbakar paling luas. Dari lima kejadian karhutla, total lahan yang hangus mencapai 113 hektare.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Simalungun dengan lima kejadian dan luas lahan terbakar 38,1 hektare, disusul Mandailing Natal dengan dua kejadian yang menghanguskan 30 hektare.
Karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya.
Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat enam kejadian dengan luas lahan terbakar 21 hektare, Tapanuli Tengah empat kejadian 12 hektare, Padang Lawas Utara tiga kejadian 10 hektare, serta Labuhanbatu Utara dua kejadian dengan delapan hektare.
Sementara itu, Nias Utara mencatat dua kejadian dengan enam hektare lahan terbakar, Samosir satu kejadian lima hektare, dan Karo dua kejadian dengan luas 1,5 hektare.
Adapun Tapanuli Selatan mencatat satu kejadian dengan satu hektare lahan terbakar, sedangkan Deli Serdang dua kejadian dengan luas 0,62 hektare.
Baca Juga: Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla
"Ini data sementara yang terhitung sejak 1 Januari- 24 Agustus 2026," jelas Sri.
Untuk menekan potensi karhutla, BPBD Sumut terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan, termasuk melalui sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.
"Kita juga meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
248 Hektare Lahan Sumut Terbakar Dalam 8 Bulan! Terparah Labuhanbatu
-
Mengejutkan! Persib Bandung Pinjamkan Dion Markx ke Sesama Klub Super League
-
Rangkaian Skincare Derma XP untuk Atasi Wajah Berjerawat dan Kusam, Lengkap dengan Cara Pakainya!
-
Menata Keuangan di Era Transparansi Data, Ini Pesan Founder Hive Five
-
Gus Kikin Pimpin NU, Ujian Sesungguhnya Dimulai: Rekonsiliasi, Khittah, hingga Kemandirian Ekonomi
-
Peringatan Buat Prabowo! Publik Tak Yakin Koperasi Desa Merah Putih Berhasil
-
4 Micellar Water Buat Remaja untuk Rawat Skin Barrier Tanpa Menguras Dompet
-
Sunscreen Wardah Warna Kuning Cocok untuk Kulit Apa? Ini Rahasia Glowing Tanpa White Cast!
-
Arkhan Kaka Cs Belum Bertaji, Timnas Indonesia U-20 Masih Buntu Hadapi Malaysia di Babak I
-
Telkom Solution Perkuat Bisnis B2B ICT, Sasar Pertumbuhan Enterprise di Asia Pasifik