- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan masyarakat dapat mengajukan perubahan peringkat desil DTSEN yang tidak sesuai kondisi ekonomi.
- Pengajuan perubahan data dapat dilakukan secara formal melalui musyawarah desa hingga aplikasi SIKS-NG pada Selasa (1/9/2026).
- Masyarakat juga dapat melaporkan data secara partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos, call center, dan WhatsApp Center resmi.
Suara.com - Masyarakat yang merasa peringkat desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka dapat mengajukan perubahan data.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan data yang dinilai tidak sesuai. Hal itu termasuk ketika warga yang sebenarnya layak menerima bantuan justru tidak tercatat sebagai penerima manfaat.
"Jadi kami mohon masyarakat ya, kalau misalnya menemukan penerima manfaat atau masyarakat yang tidak layak menerima atau masyarakat yang memang sesungguhnya layak menerima tapi malah dia exclude, itu bisa kita perbaiki segera," kata Gus Ipul kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Gus Ipul menjelaskan, terdapat sejumlah saluran yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan sekaligus mengajukan pemutakhiran data.
Untuk jalur formal, masyarakat dapat menyampaikan persoalan tersebut melalui musyawarah di tingkat RT/RW. Pengajuan kemudian diteruskan ke kelurahan atau desa dan Dinas Sosial melalui aplikasi SIKS-NG.
Selain itu, tersedia jalur partisipatif yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan secara langsung melalui aplikasi Cek Bansos, call center, maupun WhatsApp Center.
"Salurannya kita buka lewat WA, kita buka lewat command center, kita buka lewat aplikasi Cek Bansos, kita buka lewat desa-desa dengan aplikasi SIKS-NG, di sana ada operator data desa, dan sekarang ada sekali lagi digitalisasi Bansos," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, berbagai saluran tersebut sengaja dibuka agar masyarakat dapat ikut memastikan data sosial ekonomi sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
"Jadi kalau ada keluhan, setiap ada fakta-fakta yang ada di lapangan, kita segera tindaklanjuti, kita segera mutakhirkan," imbuhnya.
Baca Juga: KIP Kuliah dan Masalah Desil, Ketika Data Tak Selalu Tepat Sasaran
Data Sosial Ekonomi Bersifat Dinamis
Gus Ipul menekankan, pemutakhiran data penting dilakukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis. Karena itu, data yang menjadi dasar penyaluran bantuan tidak bisa dianggap sebagai data yang bersifat tetap.
Ia mencontohkan perubahan kondisi masyarakat dapat terjadi karena adanya warga yang meninggal, kelahiran, perpindahan tempat tinggal, hingga pernikahan.
Selain itu, kondisi ekonomi seseorang juga dapat berubah, baik mengalami peningkatan maupun penurunan.
"Ini (pemutakhiran) penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak," jelasnya.
Karena itu, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak tercermin dalam peringkat desil yang tercatat dapat menyampaikan keberatan melalui saluran yang telah disediakan pemerintah.
Sebagai informasi, penyusunan DTSEN serta penentuan peringkat desil dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah membantu proses pemutakhiran data melalui sejumlah saluran yang telah disediakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Bisa Ajukan Perubahan Data
-
Portal Regol Ayom dan Wajah Kota yang Lupa pada Penggunanya
-
Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas untuk Lumpuhkan Radar Iran
-
Pajak Kendaraan Bekas Dihapus? Simak Fakta Aturan Balik Nama 2026
-
Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras
-
6 Film Terbaru Netflix September 2026, Smile 2 hingga Top Gun: Maverick
-
Penyaluran B50 Baru 80 Persen
-
Cara Jaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Berdebu
-
Ulasan Reflection of You: Dendam yang Tumbuh dari Perbedaan Nasib
-
Mengukur Kebijakan dari Siapa yang Kehilangan Manfaatnya