- DPR RI memastikan aset korupsi menjadi sasaran utama dalam RUU Perampasan Aset yang saat ini tengah disempurnakan.
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan draf aturan tersebut disesuaikan dengan perkembangan hukum terbaru.
- DPR RI membuka partisipasi publik serta melibatkan para ahli dan ditargetkan rampung sebelum pertengahan Desember.
Suara.com - DPR RI memastikan aset hasil tindak pidana korupsi menjadi sasaran utama dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Penyempurnaan aturan tersebut kini terus dilakukan setelah Indonesia memiliki KUHP dan KUHAP baru.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan draf RUU Perampasan Aset yang sebelumnya disusun perlu disesuaikan dengan perkembangan hukum terbaru. DPR juga tengah membuka ruang partisipasi publik untuk menyempurnakan substansi aturan tersebut.
"Sekarang ini kita lagi banyak meminta partisipasi publik yang banyak untuk menyempurnakan kemudian draft yang ada," ujar Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dasco menyebut pembahasan pasal demi pasal masih berlangsung. DPR melibatkan para ahli untuk memberikan masukan terhadap draf yang tengah disempurnakan.
"Saya kalau pasal nggak terlalu jelas tapi kira kira ya penyempurnaan terus dilakukan terutama memasukkan dari para pakar dan lain lain itu yang kemudian kita," katanya.
Ia menegaskan aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi akan menjadi salah satu fokus utama dalam aturan tersebut.
"Pokoknya itu kalau tindak pidana koruptor, ya itu yang aset yang dirampas," sambungnya.
Namun, Dasco belum memastikan apakah mekanisme perampasan aset nantinya hanya berlaku terhadap aset milik pihak yang telah terjerat tindak pidana atau memiliki cakupan yang lebih luas. Menurutnya, ketentuan tersebut masih menjadi bagian dari dinamika pembahasan.
"Nanti kita lihat, ini kan perkembangan banyak, dinamika di lapangan," katanya.
Baca Juga: Jarak Rakyat dan Wakilnya Makin Pendek, Puan: Aspirasi Kini Bisa Sampai dalam Hitungan Detik
DPR menargetkan pembahasan RUU Perampasan Aset dapat rampung sebelum akhir tahun. Dasco optimistis target tersebut dapat tercapai.
"Kalau 15 Desember insyaallah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
8 Dekorasi Kamar Tidur Feng Shui Minimalis, Ruangan Lebih Tenang dan Rapi
-
Rumus Pythagoras Segitiga Siku-Siku: Penjelasan Lengkap, Sejarah, dan Contoh Soalnya
-
Viral Netizen Malaysia Hina Indonesia Miskin tapi Warganet +62 Naik Pitam Gara-gara Doa Prabowo
-
Bisnis Keamanan Siber Kian Menguat, Laba Usaha ITSEC Asia Melonjak 1.171 Persen
-
ESDM Uji CNG 3 Kg, Pengganti LPG Subsidi Mulai Dites ke UMKM
-
Harta Hasil Korupsi Wajib Dirampas! RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember
-
Harga Smartwatch Entry-Level Garmin, Intip 4 Pilihan Terbaik yang Paling Murah
-
Karhutla HLG Londerang Mulai Terkendali, Bagaimana Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci?
-
Double Cleansing Tidak Wajib Setiap Hari, Kapan Sebenarnya Dibutuhkan?
-
Sutradara Squid Game Kembali ke Layar Lebar lewat Film Baru K.O. CLUB