Korsleting Listrik dan Puntung Rokok Picu Ratusan Kebakaran di Jakarta Selama El Nino!

Rabu, 02 September 2026 | 15:28 WIB
Ilustrasi-Kebakaran di kawasan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. (Suara.com/Agustin Dwi Anggraini)
  • Gubernur Pramono Anung mengimbau warga Jakarta tidak membuang puntung rokok demi mencegah kebakaran saat El Nino.
  • Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur tercatat memiliki tingkat kerawanan kebakaran paling tinggi.
  • Pemerintah daerah meminta pengurus RW menyiapkan APAR guna melakukan mitigasi awal ancaman kebakaran sejak dini.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga tidak sembarangan membuang puntung rokok guna menekan risiko kebakaran. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap fenomena El Nino yang diprediksi akan menyelimuti Jakarta hingga Januari 2027.

Berdasarkan data terkini, tercatat sudah ada 457 kejadian kebakaran yang menghanguskan berbagai titik di wilayah ibu kota selama periode Juli hingga Agustus 2026.

Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan diklaim jadi salah satu pemicu kebakaran di Jakarta.

"Dugaan yang paling dominan adalah penyebabnya korsleting listrik. Kemudian yang kedua adalah pembakaran sampah dan juga ada beberapa yang terjadi karena keteledoran orang membuang puntung rokok dan sebagainya," ungkap Pramono di Monas, Rabu (2/9/2026).

Meski terkesan sepele, menurut Pramono sisa rokok yang masih menyala dapat dengan cepat menyulut api besar di kawasan pemukiman yang padat dan kering.

Pemetaan wilayah sendiri menunjukkan bahwa Jakarta Barat dan Jakarta Timur menjadi daerah dengan potensi kerawanan kebakaran paling tinggi saat ini.

Kecamatan Tambora di Jakarta Barat serta Kecamatan Cakung di Jakarta Timur menjadi dua lokasi yang paling diwaspadai oleh pemerintah daerah.

"Kepada masyarakat, bersama kita jaga lingkungan masing-masing. Mulai dengan menggunakan air secara bijak, menjaga lingkungan dari sumber api, tidak membuang putung rokok sembarangan, dan memastikan ketersediaan APAR serta segera melaporkan kepada aparat apabila terdapat potensi kebakaran," imbau Pramono.

Pramono juga meminta setiap tingkat Rukun Warga (RW) dapat memastikan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah mitigasi awal.

Melalui semangat Jaga Jakarta, warga diharapkan lebih mawas diri dan peduli terhadap segala potensi bahaya di lingkungan masing-masing selama musim kemarau panjang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com