Modal Rp108 Juta Bikin Untung Pedagang Bawang di Kramat Jati Naik 4 Kali Lipat

Kamis, 03 September 2026 | 05:05 WIB
Modal Rp108 Juta Bikin Untung Pedagang Bawang di Kramat Jati Naik 4 Kali Lipat [Istimewa]
  • Bank Jakarta menyalurkan pembiayaan modal hingga Rp500 juta kepada para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
  • Tambahan modal dari program tersebut berhasil meningkatkan perputaran usaha, sewa kios, serta keuntungan pedagang pasar.
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyaksikan akad kredit massal bagi 100 pedagang pada Selasa, 1 September.

“Sebelumnya saya sudah mendapat pembiayaan Rp500 juta, kemudian terakhir Rp400 juta. Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta,” tuturnya.

Perluasan akses pembiayaan tersebut turut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyaksikan langsung penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati.

Pembiayaan tersebut menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano Karno.

Rano optimistis dukungan permodalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati. Dengan modal yang lebih kuat, pedagang diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilai menjadi langkah konkret dalam mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Dari total lebih dari 5.000 pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta hingga kini telah menyalurkan program pembiayaan kepada 167 pedagang. Nilai pembiayaan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp48 miliar.

Rano berharap kegiatan akad kredit massal tersebut dapat mendorong lebih banyak pedagang Pasar Induk Kramat Jati memanfaatkan fasilitas pembiayaan UMKM dari Bank Jakarta.

Meski mendorong perluasan akses modal, Rano mengingatkan pembiayaan formal harus diiringi dengan peningkatan literasi keuangan.

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor penting agar tambahan modal benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha.

“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,” tegasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com