- Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga dan letusannya menyemburkan abu vulkanik berbahaya bagi kendaraan.
- Abu vulkanik mengandung partikel tajam abrasif yang dapat merusak mesin, filter udara, serta komponen transmisi mobil.
- Pemilik mobil wajib merawat filter udara, mengganti oli secara rutin, dan membersihkan komponen mesin kendaraan.
Suara.com - Peningkatan aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia akhir-akhir ini sedang menyedot perhatian besar. Salah satunya adalah Gunung Anak Krakatau yang berada pada status Level III (Siaga).
Letusan beruntun yang mengeluarkan awan abu tebal ini tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan manusia, tetapi juga menjadi musuh tersembunyi bagi para pemilik kendaraan.
Banyak pengendara bertanya-tanya, apakah abu dari letusan gunung berapi benar-benar bisa merusak mesin mobil hingga membuat dompet jebol?
Jawabannya adalah ya, abu vulkanik sangat bisa merusak mesin mobil secara fatal.
Bagi mata telanjang, abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu jalanan atau abu sisa pembakaran kayu yang lembut. Namun, para ahli geologi memperingatkan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik yang jauh berbeda.
Bahan dasar abu vulkanik sebenarnya adalah partikel halus yang terdiri dari pecahan batu bergerigi tajam, mineral keras, dan kaca vulkanik.
Material ini sering disebut dengan istilah ilmiah tephra, yaitu semua material padat yang disemburkan gunung berapi ke udara saat terjadi erupsi.
Partikel Kecil, Daya Rusak Besar
Karakteristik utama abu ini adalah abrasif—artinya memiliki tekstur yang sangat kasar dan tajam sehingga bisa mengikis atau mengamplas permukaan benda lain yang bergesekan dengannya. Selain itu, partikel kaca ini sama sekali tidak bisa larut di dalam air.
Saat mobil melintasi wilayah yang terpapar hujan abu vulkanik, partikel kaca super kecil ini akan menyusup ke setiap celah terbuka pada kendaraan.
Kerusakan pertama biasanya terjadi pada sistem penyaringan udara. Partikel tajam tersebut akan menyumbat filter udara dengan sangat cepat.
Ketika filter udara tersumbat total, mesin mobil akan mengalami kesulitan mendapatkan aliran udara, memicu panas berlebih atau overheating, hingga akhirnya menyebabkan kerusakan mesin secara keseluruhan atau mogok total yang dikenal sebagai engine failure.
Jika partikel abu yang sangat kecil berhasil lolos masuk ke ruang bakar mesin, gesekan abrasifnya akan mengikis komponen bergerak di dalam mesin, menyebabkan keausan dini yang sangat parah.
Bagian transmisi—sistem pemindah tenaga mesin ke roda—juga bisa mengalami keausan luar biasa jika kemasukan partikel tajam ini.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menegaskan bahaya fisik ini dalam panduan resminya:
"Abu vulkanik dapat menyusup ke hampir setiap celah dan mengikis atau menggores sebagian besar permukaan, terutama di antara bagian-bagian kendaraan yang bergerak".
Dampak kerusakan ini tidak selalu langsung terlihat seketika, namun kerusakan parah akibat paparan abu vulkanik biasanya mulai muncul dalam waktu 30 hari setelah kendaraan terpapar.
Untuk mencegah kerusakan mesin yang memakan biaya perbaikan sangat mahal, ada beberapa langkah perawatan khusus yang wajib dilakukan pemilik mobil:
Pertama, perhatikan kondisi filter udara kendaraan Anda. Sangat dilarang keras mengendarai mobil tanpa menggunakan filter udara di tengah paparan abu vulkanik.
Jika filter udara kotor namun belum bisa diganti, bersihkan dengan metode back-flushing, yaitu meniupkan atau menyemprotkan udara bertekanan dari arah dalam (sisi bersih) ke arah luar (sisi kotor).
Jangan sesekali memukulkan filter udara ke benda keras untuk merontokkan abu karena bisa merobek kertas penyaringnya.
Kedua, lakukan penggantian oli mesin dan filter oli jauh lebih sering dari biasanya. Dalam kondisi hujan abu yang sangat tebal, oli mesin dan filternya disarankan diganti setiap 80 hingga 160 kilometer perjalanan.
Sementara pada kondisi abu tipis, penggantian bisa dilakukan setiap 800 hingga 1.600 kilometer. Langkah ini penting untuk membuang partikel abu yang telanjur menyusup ke dalam tangki oli sebelum merusak komponen silinder mesin.
Ketiga, bersihkan komponen mekanis dan elektrikal secara rutin. Bagian alternator—pembangkit listrik yang mengisi daya baterai aki mobil—serta rem mobil sangat rentan tersumbat abu.
Bersihkan alternator dan sistem pengereman secara berkala menggunakan udara bertekanan di bengkel tepercaya.
Anda juga harus membilas kompartemen mesin secara rutin menggunakan air bersih. Namun, sebelum menyiram mesin dengan air dari selang taman atau pembersih uap, pastikan Anda telah menutup rapat lubang saluran masuk udara mesin (intake) dan komponen kelistrikan sensitif agar tidak terjadi kerusakan arus pendek.