Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

Senin, 07 September 2026 | 21:15 WIB
Kondisi Penumpang Bandara Soekarno-Hatta setelah adanya penutupan bandara imbas erupsi anak gunung krakatau. [Dokumentasi Kemenhub].
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu perjalanan warga Malaysia, membuat mereka tertahan di Indonesia.
  • Maira Safiraa memberikan tumpangan gratis di rumah Jakarta bagi tujuh warga Malaysia terdampak.
  • Aksi kemanusiaan Maira bertujuan membantu warga asing yang panik akibat penerbangan tertunda.

Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada perjalanan sejumlah warga Malaysia yang berada di Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, seorang warga Indonesia yang tinggal di Malaysia menawarkan kediamannya di Jakarta secara gratis bagi warga Malaysia yang membutuhkan tempat beristirahat sementara.

Perempuan tersebut diketahui bernama Maira Safiraa.

Rumahnya yang berada sekitar 30 menit dari bandara Soetta telah menampung tujuh warga Malaysia yang terdampak gangguan penerbangan.

Maira mengatakan masih memiliki satu kamar kosong dari total empat kamar yang tersedia.

Kamar tersebut terutama dapat digunakan oleh perempuan yang membutuhkan tempat tinggal sementara hingga kondisi penerbangan kembali normal.

"Jangan sungkan kalau membutuhkan tempat untuk beristirahat sementara menunggu keadaan kembali pulih. Penginapan ini gratis dan saya tidak meminta bayaran apa pun," kata Maira  di akun Thread miliknya.

Aksi dari Maria ini pun jadi pemberitaan sejumlah media Malaysia, salah satunya Berita Harian.

Ia mengatakan tawaran tersebut muncul karena merasa prihatin terhadap warga Malaysia yang terjebak akibat gangguan penerbangan.

Maira khawatir mereka mengalami kepanikan, terutama jika persediaan makanan atau kebutuhan lainnya mulai menipis.

"Saya hanya merasa kasihan dan takut mereka panik ketika berada di negara orang, apalagi jika persiapan atau persediaan sudah habis," ujarnya.

Maira menjelaskan, tiga dari empat kamar di rumahnya kini telah digunakan oleh tujuh warga Malaysia.

Sementara satu kamar lainnya masih tersedia bagi mereka yang membutuhkan tempat untuk menunggu hingga situasi membaik.

Menurut Maira, keputusan membuka rumahnya didasarkan pada alasan kemanusiaan.

Ia membayangkan bagaimana jika dirinya atau keluarganya mengalami kondisi serupa ketika berada di negara lain.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com