News / Metropolitan
Kamis, 10 September 2026 | 14:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara Jakarta dipindah ke bawah tanah dalam lima tahun di Tebet pada Kamis (10/9/2026).
  • Pemprov DKI Jakarta mengandalkan Perda Nomor 8 Tahun 2025 serta kemitraan swasta dan BUMD untuk merapikan kawasan ibu kota.
  • Dinas Bina Marga mencatat jaringan bawah tanah mencapai 41,7 kilometer dengan proyek prioritas rampung pada Desember 2026.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan seluruh bentangan kabel udara di ibu kota tuntas diturunkan ke bawah tanah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Target besar tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Penataan jalur utilitas ini digencarkan demi menyulap paras ibu kota agar jauh lebih rapi, elok, aman, dan nyaman bagi mobilitas warga.

Langkah penertiban kabel semrawut ini pun memiliki landasan yang kukuh melalui pengesahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025.

"Kami telah mempunyai payung hukum yang kuat untuk menata kabel-kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah. Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan," ujar Pramono.

Demi memuluskan target tersebut, Pemprov DKI Jakarta turut membuka pintu kemitraan selebar-lebarnya bagi pihak swasta dan badan usaha milik daerah.

"Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga," tutur Pramono lagi.

Percepatan pembenahan kabel di lapangan juga diakselerasi lewat program 5M, yakni menggunakan SJUT, relokasi mandiri, mengikat kabel, memotong kabel mati, hingga meninggikan kabel yang menjuntai rendah.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat bahwa panjang jaringan utilitas terpadu di bawah tanah yang sudah berhasil terbangun kini telah mencapai 41,7 kilometer.

Baca Juga: KJP Jangan Diputus di Tengah Tahun Ajaran Gara-Gara Pergeseran Desil

Pengerjaan fisik di sejumlah ruas prioritas seperti Jalan Dr. Supomo di Tebet pun terus dipacu dengan target rampung pada Desember 2026.

Tak hanya kabel serat optik, PT PLN (Persero) juga bersiap menanam jaringan kelistrikan ke dalam tanah lewat penerapan saluran kabel tanah tegangan rendah.

"Dukungan penuh kami berikan terhadap program penataan kota ini. Saat ini, PLN tengah menyiapkan desain serta uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum SKTR digelar menyeluruh," tutup Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta, M. Eryan Saputra.

Load More