- Analis politik Unas Selamat Ginting menyatakan penurunan kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran memengaruhi sikap partai koalisi pada 10 September 2026.
- Partai politik berpotensi mengevaluasi ulang dukungannya agar tidak ikut menanggung dampak negatif jika pemerintah dinilai gagal.
- Langkah antisipasi tersebut dilakukan partai untuk menjaga citra politik sekaligus menghadapi potensi perubahan komposisi kabinet mendatang.
Suara.com - Analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Doktor Selamat Ginting menilai penurunan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat memengaruhi sikap partai politik yang saat ini berada di dalam pemerintahan.
Menurut Selamat Ginting, partai politik akan mempertimbangkan kembali posisinya apabila tren kepuasan publik terhadap pemerintah terus merosot.
Mereka dinilai tidak ingin ikut menanggung dampak politik jika pemerintahan dianggap gagal.
"Begitu muncul hasil survei bahwa tingkat kepuasan pemerintahan Prabowo-Gibran ini turun sampai di tingkat 30-an 40-an, itu sinyal bagi partai politik," kata Ginting dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (10/9/2026).
Ginting menyebut partai politik cenderung mengambil keputusan berdasarkan peluang politik yang tersedia.
Dukungan dapat dipertahankan ketika pemerintah masih dinilai memiliki prospek, tetapi situasinya bisa berubah jika popularitas terus menurun.
"Partai ini pragmatis ya, gue dukung kalau potensi naik besar kemungkinan bertahan besar. Ini kan sinyal," ujarnya.
Jika kondisi tersebut berlanjut, Ginting memperkirakan sejumlah partai dapat mulai mencari alternatif politik agar tidak ikut terseret apabila pemerintahan Prabowo-Gibran mengalami kegagalan.
"Bahwa pemerintah Prabowo dengan tingkat kepuasan yang rendah yang semakin turun ini mereka siap-siap lompat ke sekoci baru," katanya.
Menurutnya, langkah tersebut juga berkaitan dengan kepentingan partai untuk menjaga citra politiknya, terlebih menjelang kemungkinan perubahan komposisi kabinet.
"Mereka tidak ingin dituding sebagai bagian dari kegagalan pemerintah. Apalagi ini menjelang reshuffle kabinet," ujar Ginting. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)