Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB
Sejumlah wartawan dari berbagai organisasi, seperti PFI, PWI dan IJTI, bersama Polres serta Pemkot Depok menggelar doa bersama di Depok Open Space, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye]
  • Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga 3.243,7 mil laut pada hari keempat pencarian korban hilang.
  • Pencarian di perairan Selat Sunda ini melibatkan belasan kapal, perahu cepat, dan dua unit drone termal.
  • Operasi pencarian ini dikerahkan untuk menemukan delapan korban yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Pencarian Skala Masif di Tengah Ombak Selat Sunda

Jurnalis dari berbagai organisasi pers di Aceh saat menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang saat melipu erupsi gunung anak Krakatau, di Banda Aceh, Jumat (11/9/2026). ANTARA/Rahmat Fajri

Gema doa yang membubung dari darat beriringan dengan ikhtiar tanpa henti Tim SAR Gabungan di laut. Pada hari keempat operasi, Basarnas bersama TNI AL, Polri, dan relawan memperluas area penyisiran hingga mencakup 3.243,7 mil laut persegi yang dibagi ke dalam empat sektor utama dan satu sektor khusus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa belasan kapal dikerahkan penuh, mulai dari KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KAL Anyer, hingga unit perahu cepat (RIB) dan dua unit drone termal untuk menyisir pulau-pulau sekitar Krakatau seperti Rakata, Sertung, dan Sebesi.

Gubernur Banten Andra Soni bahkan ikut turun langsung memantau operasi SAR di lapangan.

Hingga Jumat malam, seluruh daya dan upaya terus dikerahkan demi membawa pulang delapan orang yang berada di kapal tersebut: lima jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas), serta tiga awak kapal yakni Warta (kapten), Suratman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Di tengah gelombang Selat Sunda yang masih menyimpan tanda tanya, lantunan doa terus diketukkan ke pintu langit, menanti secercah keajaiban bagi para pembawa kabar.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com