Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab(UEA).
  • Investor Dubai berencana menanamkan modal lima triliun rupiah untuk membangun kilang minyak mini di Jepara.
  • Pertemuan antara Gubernur Ahmad Luthfi dan investor Dubai di Jakarta tersebut dijadwalkan terealisasi akhir tahun 2026.
  • Gubernur Ahmad Luthfi juga membahas rencana pembangunan kompleks budaya Jawa di Polandia guna memperkuat diplomasi pariwisata.

Suara.com - Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab(UEA), tertarik untuk kembali menanamkan investasi di Provinsi Jawa Tengah. Kali ini potensi yang diincar adalah pengembangan mini refinery untuk mengolah minyak di wilayah Kabupaten Jepara dengan nilai investasi mencapai kurang lebih Rp5 triliun.

Ketertarikan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan calon investor dari Dubai di sela kegiatan di Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Investasi tersebut akan direalisasikan akhir 2026 setelah dilakukan penandatanganan kerja sama.

"Mereka tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara," kata Luthfi usai pertemuan.

Dari paparan calon investor tersebut, Luthfi menjelaskan, mini refinery yang nanti dibangun dapat melakukan pengolahan minyak mentah dan lain sebagainya.

Ia berharap, realisasi investasi tersebut diharapkan dapat terwujud sehingga dapat memperkuat pemenuhan energi di wilayah Jawa Tengah.

Sebagai informasi, Uni Emirat Arab merupakan salah satu negara asal investor di Jawa Tengah. Tercatat dalam kurun waktu lima tahun terakhir nilai investasi dari investor asal Uni Emirat Arab di Jawa Tengah mencapai Rp13 triliun.

"Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang," ucap Luthfi.

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan rencana investasi tersebut dilakukan setelah melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang cukup bagus. Termasuk potensi pengembangan mini refinery untuk pengolahan minyak mentah.

"Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insya Allah tempatnya di Jepara dan akan mulai segera sebelum akhir tahun. Nilai investasinya sekitar USD200 juta atau Rp5 triliun," katanya.

Selain bertemu investor asal Dubai, Gubernur Ahmad Luthfi juga bertemu dengan Konsul Kehormatan RI di Gdask, Polandia, Mirosaw Wawrowski. Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi budaya dan pariwisata antara Jawa Tengah Indonesia dengan Polandia.

Salah satu poin pembahasan adalah rencana pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty. Saat ini di tempat itu sudah dibangun kompleks budaya Bali. Selanjutnya akan dibangun kompleks budaya Jawa.

"Itu menjadi bagian promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia. Kompleks Bali sudah selesai dibuat dan rencana akan membangun kompleks Jawa. Untuk detailnya nanti saya akan berkunjung lagi ke Jawa Tengah," ujar Wawrowski saat bertemu Ahmad Luthfi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com