- Sidang di PN Yogyakarta pada 14 September 2026 mengungkap praktik pengikatan anak di Little Aresha.
- Polisi menyita 50 utas tali yang sengaja disiapkan pengasuh untuk mengikat balita dan anak-anak.
- Penggerebekan April 2026 di Umbulharjo mendapati puluhan anak tanpa busana serta mengalami tindakan penelantaran.
Suara.com - Fakta-fakta mencengangkan terus terkuak dalam persidangan lanjutan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Setelah borok di gedung selatan terbongkar, persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta pada 14 September 2026 mengungkap bahwa praktik pengikatan serupa ternyata juga menghantui anak-anak di gedung utara Little Aresha alias anak-anak TK Little Aresha.
Polisi temukan 20 anak TK Little Aresha gedung utara tak pakai baju saat penggrebekan dan sehari-hari juga alami pengikatan.
Dalam sidang pemeriksaan saksi yang digelar Senin (14/9/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi fakta dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta, yakni penyidik berinisial G dan D.
Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sunaryanto, kedua saksi membeberkan detail detik-detik penggerebekan yang dilakukan aparat pada April lalu.
Salah satu poin paling krusial yang diungkapkan oleh saksi G adalah temuan 50 utas tali yang disita dari lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, puluhan tali tersebut terbukti disiapkan dan digunakan secara sengaja oleh pihak pengasuh untuk mengikat para balita dan anak-anak yang dititipkan.
Penyidikan Merembet ke Gedung Utara
Awal mula terbongkarnya kasus keji ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima oleh Kanit PPA Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, usai menghadiri undangan di Balai Kota pada 22 April 2026.
Berbekal laporan tersebut, tim kepolisian langsung bergerak melakukan pemetaan mendetail terhadap fasilitas Little Aresha yang terletak di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Setelah melakukan analisis dan evaluasi (anev), aparat kepolisian akhirnya menggerebek lokasi pada 24 April 2026.
Saat penggerebekan di gedung selatan, polisi mendapati pemandangan yang sangat memprihatinkan.
Dari sekitar 100-an anak yang dititipkan di sana, sebanyak 57 anak ditemukan dalam kondisi mengalami pengikatan.
Suasana ruangan pun dilaporkan terasa cukup panas ketika penggrebelan.
“Saat itu saya sempat tanya ke pengasuh kenapa anak-anak ditaruh di lantai dan tidak pakai baju. Katanya karena anak-anak nyaman di situ soalnya kepanasan,” ungkap penyidik D di ruang sidang.