Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB
Potret ribuan jemaah haji tawaf di Ka'bah. (Pixabay)
  • Arab Saudi mengaktifkan peringatan darurat bahaya serangan di Makkah, Jeddah, dan Taif.

  • Peringatan keamanan di Kota Makkah merupakan yang pertama sejak perang Timur Tengah dimulai.

  • Langkah siaga diambil usai serangan rudal Yaman melukai 13 orang di wilayah selatan.

Suara.com - Pertahanan Sipil Arab Saudi mengaktifkan sistem peringatan darurat singkat atas potensi serangan udara yang mengincar Makkah, Jeddah, serta Taif pada Selasa.

Dikutip dari AFP, langkah siaga ini menjadi respons langsung pemerintah kerajaan usai milisi Houthi asal Yaman intensif meluncurkan roket dan drone dalam beberapa hari terakhir.

Peringatan bahaya di Makkah tercatat sebagai alarm keamanan pertama yang berbunyi di kota suci tersebut sejak eskalasi perang Timur Tengah meletus.

Otoritas terkait langsung mencabut status siaga tersebut tak lama setelah potensi ancaman dinilai mereda.

Sinyal darurat ini membunyikan alarm kewaspadaan tinggi tepat sehari setelah gelombang rudal balistik serta serangan udara Yaman menghantam wilayah selatan.

Hantaman serangkaian rudal dan drone pada hari sebelumnya tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 orang mengalami luka-luka.

Pemerintah Arab Saudi kini meningkatkan pengawasan ketat di seluruh titik vital serta kawasan pemukiman warga guna mengantisipasi serangan susulan.

Meskipun status darurat dicabut cepat, warga di imbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi keamanan.

Intensitas konflik di perbatasan terus meningkat seiring keterlibatan kelompok Houthi yang disokong Iran dalam melancarkan gempuran lintas batas.

Insiden ini mempertegas bahwa dampak peperangan kawasan kini mulai mendekati wilayah pusat spiritual dan ekonomi utama Arab Saudi.

Ketegangan militer antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan terus memanas.

Wilayah selatan Arab Saudi kerap menjadi sasaran utama serangan drone maupun rudal balistik dari perbatasan Yaman.

Penargetan wilayah hingga ke Makkah, Jeddah, dan Taif menandai perluasan jangkauan ancaman yang kian mengkhawatirkan.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan akan terus memperkuat sistem pertahanan udara untuk melindungi warga serta kawasan suci dari ancaman luar.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com