-
Koalisi Arab Saudi melepaskan 450 serangan udara ke tujuh wilayah Yaman dalam sepekan.
-
Houthi mengklaim telah menjatuhkan jet tempur Saudi dan mencegat dua pesawat F-15.
-
Serangan udara masif tersebut menimbulkan korban jiwa dari masyarakat sipil di Yaman.
Suara.com - Koalisi Arab Saudi menghantam 7 wilayah Yaman secara masif sepanjang pekan ini. Ada 450 serangan udara yang diluncurkan Arab Saudi. Perang ini makin memanas setelah milisi Houthi mengklaim berhasil menjatuhkan sebuah pesawat tempur milik Saudi.
Tidak hanya menjatuhkan satu pesawat, pasukan Houthi juga mencegat dua jet F-15 Arab Saudi yang sedang mencari puing-puing armada mereka. Operasi pencegatan tersebut menandai meningkatnya perlawanan udara dari pihak Houthi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa pesawat perang Saudi melepas lebih dari 450 serangan udara. Gempuran tersebut menyasar wilayah Taiz, Lahj, al-Jawf, Hajjah, Marib, Sadah, hingga al-Bayda.
Dampak dari pemboman udara yang masif ini berujung pada jatuhnya korban dari kalangan sipil. Saree menyebutkan bahwa kerusakan dan korban jiwa terus tercatat di berbagai titik area terdampak.
Pihak Houthi menegaskan tidak akan tinggal diam atas gempuran bertubi-tubi yang dilancarkan oleh koalisi Saudi tersebut. Langkah pencegatan armada udara lawan menjadi sinyal kuat kesiapan pertempuran mereka.
Saree menegaskan komitmen kelompoknya untuk terus membalas setiap aksi militer yang melanggar batas wilayah mereka. Pihaknya berjanji akan mengerahkan seluruh daya untuk menghalau gempuran susulan.
"Kami akan terus melindungi wilayah udara dan kedaulatan negara kami dari agresi atau pelanggaran apa pun dengan semua sarana yang ada," kata Saree.
Pernyataan tegas ini menunjukkan bahwa pertempuran di udara akan menjadi fokus utama pertahanan Houthi ke depan. Mereka berusaha menutup akses ruang udara Yaman dari pergerakan jet tempur koalisi.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan tensi serangan dari kedua belah pihak di lapangan. Situasi keamanan di tujuh kawasan target utama tersebut masih berada dalam kondisi siaga tinggi.
Konflik antara koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan kelompok Houthi sendiri telah berlangsung lama dan memicu krisis kemanusiaan yang mendalam di Yaman. Pertempuran udara intensif pekan ini semakin memperpanjang daftar panjang bentrokan militer yang memperbutkan kontrol wilayah serta ruang udara Yaman.