- Kementerian Diktisaintek meluncurkan layanan digital Satu Beasiswa di Jakarta pada hari Rabu, 16 September 2026.
- Platform digital tersebut dihadirkan untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam menemukan dan menghimpun informasi berbagai bantuan pendidikan.
- Hasilnya, layanan ini berhasil menyediakan database terpusat yang siap menayangkan 71 program beasiswa untuk publik.
Suara.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) luncurkan layanan digital berupa Satu Beasiswa untuk menghimpun berbagai informasi bantuan pendidikan kuliah bagi warga Indonesia.
Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa sebenarnya ada banyak penyedia beasiswa di Indonesia, namun selama ini informasinya belum terintegrasi menjadi satu.
"Peluang beasiswa di negeri ini ternyata juga sangat banyak dan sumbernya pun beragam. Dibalik banyaknya kebutuhan beasiswa, kita perlu berbesar hati bahwa banyak juga orang yang bersedia memberikan beasiswa," kata Brian dalam acara Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Namun, persoalannya bukan semata-mata ketersediaan beasiswa, melainkan bagaimana informasi tersebut bisa ditemukan oleh calon penerima maupun pemberi beasiswa.
Brian mengatakan, selama ini masyarakat masih kesulitan menemukan informasi beasiswa karena belum tersedia satu tempat yang menghimpun berbagai peluang tersebut.
"Hanya biasanya orang masih bertanya-tanya, tidak cukup ada tempat orang untuk melihat di mana ada beasiswanya. Padahal pemberi beasiswa juga banyak, kadang-kadang orang juga bingung mau memberikan ke siapa karena tidak tahu," kata Brian.
Karena itu, menurut dia, Satu Beasiswa Indonesia dihadirkan sebagai ruang digital yang mempertemukan pemberi dan pencari beasiswa. Layanan tersebut sekaligus ditujukan untuk menghimpun database informasi beasiswa dalam satu tempat.
"Nah inisiatif dari satu beasiswa Indonesia ini adalah untuk mengumpulkan bersama-sama di satu ruangan, tentu ruangnya digital, untuk bertemu seluruh pihak, baik yang memberi beasiswa maupun pencari beasiswa. Sehingga orang tidak bingung, dan juga database-nya jadi satu," ujar Brian.
Ia juga menegaskan kalau sistem platform tersebut tidak mengambil alih pengelolaan dana beasiswa dari mitra pemberi bantuan, melainkan murni berfokus pada penyebarluasan informasi untuk kemudahan akses.
Catatan Kementerian Diktisaintek per 15 September 2026, platform tersebut telah siap menayangkan sebanyak 71 program beasiswa yang dapat diakses secara publik.